MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, November 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Petani Kopi Resah, Hama PBKo Buat Heboh Jelang Masa Panen

Syah Antoni by Syah Antoni
26 September 2025
in Daerah
0
Petani Kopi Resah, Hama PBKo Buat Heboh Jelang Masa Panen

Kopi Arabika siap panen di kebun petani Bener Meriah. | Foto : Syah Antoni/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Menjelang musim panen, sebagian petani kopi di Bener Meriah resah akibat kabar serangan hama PBKo atau perusak biji kopi.

“Sebagai petani kopi yang lahir dari orang tua yang juga petani kopi, mendengar ada kabar buruk tentang kopi, tentu timbul rasa khawatir. Tanaman kopi penopang ekonomi sebagian besar petani di sini,” ungkap Aldian Efendi, petani di Kampung Delung Tue, Kecamatan Bukit, Jum’at (26/9/2025).

RelatedPosts

Temui Prabowo, Mualem Bahas Dana Otsus hingga Bendera Aceh

Banda Aceh Raih ADINKES Award 2026 atas Pengendalian AIDS, TBC, dan Malaria

Tanggul Krueng Meureudu Jebol 150 Meter, Mendagri Tinjau Lokasi Banjir

Masa panen kopi, kata Aldian, adalah momen yang sangat diidamkan petani, hasil dari penantian berbulan-bulan sejak bunga-bunga kopi bermekaran.

Namun saat itu tiba, petani malah disuguhi bermacam masalah seperti pencurian kopi, cuaca dinamis, serta teror hama PBKo.

Hama dengan nama latin Hypothenemus hampei ini diakui Aldian memang menyerang beberapa tanaman kopi diawal masa panen, sehingga menyebabkan harga kopi turun.

Intensitas serangan serangga inipun berbeda, tergantung wilayah. Biasanya dominan di daerah beriklim hangat.

Dirinya cukup menyayangkan cerita hama PBKo seringnya heboh saat akan memasuki masa panen kopi saja. Namun terkesan sepi saat kopi mulai berbunga, berbuah kecil maupun sedang. Hal tersebut menurutnya, memicu multitafsir ditengah masyarakat.

“Bila peduli pada petani, seharusnya cerita hama PBKo jangan ramai dibicarakan saat tiba musim panen saja, tetapi sejak bunga mekar hingga buah memerah sehingga tidak tidak telat proses pengendalian hamanya. Jika tidak, hal demikian seringnya menimbulkan spekulasi masyarakat. Bahkan lebih jauh yaitu prasangka buruk,” ucapnya.

Dirinya berharap, kedepan pemerintah daerah melalui instansi terkait dapat berkolaborasi dengan ahli tanaman kopi untuk memberi solusi konkret bagi pengendalian hama PBKo yang merugikan petani kopi.

“Pendapatan daerah dari kopi luar biasa besarnya, hal tersebut harusnya jadi cemeti bagi pemerintah untuk mencarikan solusi. Cukuplah masalah tidak berkesudahan seperti pupuk subsidi, pencurian kopi atau mafia dagang yang dihadapi petani kopi di sini, jangan ditambah lagi dengan hama PBKo,” harap Aldian.

Tags: Bener MeriahHama PBKopanen kopiPetani Kopi Gayo
Previous Post

Produk Unggulan Aceh Berpotensi Tembus Pasar Internasional, Kopi Hingga Keumamah

Next Post

Sekda Aceh Lantik 290 Pejabat, Tantang Penyelesaian Kemiskinan Hingga Stunting

Related Posts

Bener Meriah dan Aceh Tengah Terima Bantuan Bencana Rp4,85 Miliar dari Pemerintah Aceh

by Redaksi
26 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan persediaan logistik penanggulangan bencana (buffer stock) senilai Rp4,85 miliar untuk Kabupaten Bener Meriah dan...

20 Hektare Lahan di Bener Meriah Terbakar

by Redaksi
30 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran lahan melanda kawasan Kampung Uning Gelime, Kecamatan Weh Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (29/8/2026). Akibat kejadian tersebut,...

3 Rumah Warga di Bener Meriah Terbakar, Delapan Warga Mengungsi

by Riska Zulfira
30 Maret 2026
0

MASAKINI.CO – Kebakaran terjadi di Desa Bale Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, Senin (30/3/2026) dini hari sekitar pukul...

Next Post

Sekda Aceh Lantik 290 Pejabat, Tantang Penyelesaian Kemiskinan Hingga Stunting

Palace vs. Liverpool: Bentrokan Dua Tim Tak Terkalahkan, Siapa Tumbang?

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co