MASAKINI.CO – Brigitte Macron, Ibu Negara Prancis berusia 72 tahun, menjadi korban peretasan dan klaim terkait identitas gendernya. Sebuah tim peretas mengubah namanya menjadi nama laki-laki, Jean-Michel, di portal pajak resmi Prancis. Kasus ini menyeret 10 orang ke pengadilan atas tuduhan “perundungan siber seksis”.
Menurut Tristan Bomme, kepala administrasi untuk keluarga Macron, insiden ini terungkap saat audit rutin laporan pajak Brigitte pada September 2024.
“Seperti banyak warga Prancis lainnya, Madame Macron masuk ke akun pribadinya di situs web pajak. Dia masuk ke sistem dan melihat bahwa namanya bukan Brigitte Macron, melainkan Jean-Michel Macron,” ungkap Bomme.
Bomme menambahkan bahwa Brigitte mengajukan keluhan resmi setelah insiden itu terungkap. Investigasi awal mengarah pada dugaan adanya kesalahan perangkat lunak, namun kemudian dipastikan bahwa perubahan nama tersebut merupakan tindakan yang disengaja. Bomme menjelaskan bahwa bagian yang telah diubah tersebut tidak mungkin diubah tanpa izin dari pengguna individu. Dua tersangka telah diidentifikasi terlibat dalam serangan siber tersebut.
Selain kasus peretasan ini, 10 orang lainnya juga akan diadili atas tuduhan pencemaran nama baik serupa terhadap Brigitte. Mereka terdiri dari delapan pria dan dua wanita, termasuk seorang pejabat terpilih, pemilik galeri, guru, paranormal, dan bahkan seorang ilmuwan komputer. Para terdakwa, yang berusia antara 41 dan 60 tahun, dituduh membuat berbagai komentar jahat tentang “gender” dan “seksualitas” Brigitte.
Selama bertahun-tahun, rumor yang mengklaim bahwa Brigitte dilahirkan sebagai seorang pria telah menyebar secara online oleh para ahli teori konspirasi dan tokoh sayap kanan. Salah satu tokoh yang paling vokal adalah Candace Owens, seorang pakar politik AS.
Pada Maret lalu, Owens bahkan mengatakan bahwa dia “akan mempertaruhkan seluruh reputasi profesionalnya” atas klaim bahwa Brigitte dilahirkan sebagai laki-laki. Dia bahkan menuduh bahwa Brigitte sebenarnya adalah saudara laki-lakinya, Jean-Michel Trogneux, dan bahwa suami pertamanya tidak pernah ada.
Brigitte dan Emmanuel Macron mengambil tindakan hukum atas komentar-komentar yang dianggap merugikan tersebut. Mereka mengajukan gugatan pencemaran nama baik pada bulan Juli dan berjanji untuk melakukan segala yang diperlukan untuk membuktikan bahwa Brigitte adalah dan selalu menjadi seorang wanita.
Namun, Owens membalas dengan mengatakan bahwa dia akan menuntut pemeriksaan medis sebagai bagian dari persidangan. “Kami akan menuntut Brigitte untuk menjalani pemeriksaan dengan dokter independen. Kami akan meminta catatan medisnya,” tegas Owens, mengutip thesun, Minggu (26/10/2025). Pengacaranya bersikeras bahwa Owens memiliki hak untuk mengatakan apa yang dia yakini di bawah undang-undang kebebasan berbicara.
Rumor tentang jenis kelamin kelahiran Brigitte pertama kali muncul di Prancis setelah majalah sayap kanan Faits et Documents mencetaknya pada tahun 2021. Kemudian, rumor tersebut disebarkan kepada publik oleh blogger Natacha Rey dan Amandine Roy dalam sebuah wawancara YouTube yang menjadi viral.










Discussion about this post