MASAKINI.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) dan Wilayatul Hisbah (WH) Kabupaten Aceh Besar bersama Satpol PP dan WH Kota Banda Aceh menggelar patroli gabungan pada Minggu (26/10/2025) dini hari. Patroli ini menyasar kawasan perbatasan kedua wilayah dengan fokus pada penegakan syariat Islam.
Kegiatan patroli difokuskan pada titik-titik yang dianggap rawan pelanggaran syariat, seperti bantaran Krueng Aceh dan area publik yang sering dikunjungi remaja pada malam akhir pekan. Dalam operasi tersebut, petugas mendapati sejumlah pasangan muda-mudi yang masih berada di luar rumah hingga larut malam. Sebagian dari mereka juga kedapatan berpakaian yang tidak sesuai dengan ketentuan syariat Islam.
Menurut Kabid Penegakan Perundang-undangan Daerah dan Syariat Islam Satpol PP dan WH Aceh Besar, Salmawati, patroli ini merupakan upaya pencegahan dini terhadap potensi pelanggaran syariat. Para remaja dan pasangan yang terjaring razia diberikan pembinaan dan diimbau untuk segera kembali ke rumah masing-masing.
“Kami mengimbau kepada remaja dan pasangan yang masih berkeliaran tengah malam untuk segera pulang dan menaati aturan yang berlaku. Bagi yang melanggar tata busana Islami, kami ingatkan untuk memperbaiki penampilan sesuai dengan ketentuan syariat,” ujar Salmawati.
Selain memberikan teguran kepada warga, petugas juga menyoroti sejumlah kedai kopi dan warung di sepanjang perbatasan Banda Aceh–Aceh Besar yang masih beroperasi hingga dini hari dengan kondisi pencahayaan yang minim. Kondisi ini dinilai dapat memicu potensi terjadinya kegiatan yang bertentangan dengan nilai-nilai syariat Islam.
Salmawati menambahkan, “Kami mengimbau kepada para pemilik usaha untuk tidak membiarkan tempat usaha mereka digunakan untuk hal-hal yang melanggar aturan. Penerangan yang minim dapat membuka celah bagi terjadinya pelanggaran.”
Patroli gabungan ini merupakan bagian dari upaya penegakan Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Akidah, Ibadah, dan Syiar Islam, serta Qanun Nomor 6 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat. Wilayah perbatasan dianggap sebagai area yang memerlukan pengawasan rutin, terutama pada malam akhir pekan, mengingat aktivitasnya yang padat.










Discussion about this post