MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh melalui Pos Komando Penanganan Darurat Bencana Hidrometeorologi merilis data terbaru mengenai dampak bencana yang melanda sejumlah kabupaten/kota hingga 30 November 2025. Jumlah korban meninggal terus bertambah dan kini mencapai 80 orang, sementara 71 warga masih dinyatakan hilang.
Juru Bicara Pengendali Komunikasi Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin menyebutkan, angka tersebut menunjukkan betapa serius dan luasnya dampak bencana yang dipicu hujan ekstrem sejak sepekan terakhir.
“Data korban meninggal dunia telah mencapai 80 orang. Ini bukan angka kecil. Bencana hidrometeorologi tahun ini memberikan dampak yang sangat serius terhadap masyarakat,” katanya, Minggu (30/11/2025).
Selain korban meninggal dan hilang, ada 330 warga mengalami luka berat serta 1.284 orang mengalami luka ringan. Secara keseluruhan, bencana ini telah memengaruhi 89.959 keluarga atau 441.842 jiwa, dengan lebih dari 207 ribu warga kini berada di lokasi pengungsian.
Kerusakan infrastruktur turut memperparah kondisi lapangan. Pemerintah mencatat 261 titik jalan terputus serta 77 jembatan rusak, membuat sejumlah wilayah masih terisolasi dan menyulitkan distribusi bantuan. Sementara itu, 26.736 rumah dilaporkan terdampak, dan ribuan hektare sawah serta kebun mengalami kerusakan.
“Kerusakan jalan dan jembatan menjadi perhatian serius karena menghambat distribusi bantuan ke wilayah-wilayah terdampak. Tim gabungan sedang membuka akses darurat di berbagai titik kritis,” katanya.
Pemerintah Aceh kini memperkuat koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota, TNI, Polri, relawan, serta kementerian/lembaga terkait untuk mempercepat evakuasi dan memastikan pemenuhan kebutuhan dasar di titik pengungsian. Pelayanan kesehatan, suplai pangan, dan penyediaan air bersih menjadi prioritas utama.
Selain itu, asesmen cepat terhadap kerusakan fasilitas umum dan rumah warga terus dilakukan sebagai langkah awal pemulihan pascabencana.
Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan. Warga di daerah rawan banjir dan longsor diminta mengikuti arahan petugas dan segera mengungsi jika kondisi mengharuskan.
“Kami memastikan seluruh informasi resmi terkait penanganan bencana akan terus diperbarui melalui kanal komunikasi Pemerintah Aceh. Tetap tenang, tingkatkan kewaspadaan, dan jangan terpengaruh informasi yang belum terverifikasi,” ucapnya.










Discussion about this post