MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Jalan Putus Total, Warga Jalan Kaki Berhari-hari dari Linge ke Takengon

Riska Zulfira by Riska Zulfira
30 November 2025
in Daerah
0

Akses jalan terputus di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah membuat akses transportasi lumpuh total. | Foto : Instagram @etnisgayo

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Situasi bencana di Aceh Tengah memasuki fase paling mengkhawatirkan. Akses menuju Takengon dan kawasan Linge, Aceh Tengah lumpuh total akibat puluhan titik longsor, jembatan putus, dan aliran sungai yang meluap.

Salah satu warga yang kini terjebak di Takengon, Kekem, mengungkapkan bahwa hingga hari ini tidak ada satu pun kendaraan yang mampu menembus Takengon. Terminal kota setempat yang biasanya menjadi pusat informasi dan jalur transportasi pun kosong tanpa kepastian.

RelatedPosts

Pemko Banda Aceh Susun Rencana Aksi Gender dan Perubahan Iklim

Dinsos Banda Aceh Amankan Tiga Anak dari Keluarga Rentan, Siapkan Pengasuhan Sementara

Sekda Aceh Genjot Rehabilitasi Sawah, Targetkan Petani Mulai Tanam Juli Ini

“Tadi kami ke terminal, belum ada satu mobil pun yang bisa tembus masuk Takengon. Beberapa orang coba lewat Bener Meriah dengan motor, tapi setelah Lampahan ada 27 titik jalan rusak yang tidak bisa dilewati,” katanya, Minggu (30/11/2025).

Selain itu, dua aktivis lingkungan dari Yayasan Hutan Alam dan Lingkungan Aceh (HAkA), Badrul dan Farid turut terjebak dan berjalan kaki selama dua hari tiga malam dari Linge dari Takengon untuk ikut kegiatan Festival Linge. Mereka bahkan harus menyeberangi Danau Lut Tawar menggunakan perahu setelah terjebak longsor di Mendale.

“Kami ketemu mereka pagi di penginapan. Mereka turun dari arah Bintang, naik boat untuk bisa masuk kota karena jalur Mendale putus,” kata Kekem.

Tak hanya itu, menjelang magrib, seorang anggota lain bernama Amri tiba-tiba muncul di penginapan setelah juga berjalan kaki dari Linge bersama beberapa warga lain. Menurut Amri, kondisi di Linge kini sangat kritis logistik hanya cukup untuk hari ini, dan ribuan warga terancam tanpa makanan esok hari.

“Logistik di Linge cuma cukup hari ini. Mulai besok mereka tidak punya apa-apa lagi. Ada dokter dan warga yang masih terjebak di gunung-gunung,” ungkapnya.

Di daerah Jamat dan Petek, rumah-rumah dilaporkan hancur total. Debit air sungai terus naik, memaksa warga mengungsi ke puncak-puncak bukit pada malam hari karena takut diterjang air.

Sejumlah titik jalur vital juga tidak dapat dilalui. Jembatan Ronga-Ronga putus, sementara beberapa warga di Lampahan terpaksa menyeberangi sungai menggunakan rakit darurat. Jalur Simpang KKA yang sebelumnya dikabarkan masih bisa dilewati juga kembali tertutup setelah longsor susulan terjadi pada Sabtu.

“Situasi semakin kacau. Bantuan lambat sekali. Setiap kami ke kantor bupati tidak ada perkembangan apa-apa,” ujar Kekem.

Hal yang lebih membuat warga cemas adalah belum adanya posko resmi di Takengon. Tim HAKA dan warga telah berkeliling kota, namun tidak menemukan titik koordinasi yang jelas untuk penanganan bencana.

“Belum ada posko sampai sekarang. Entah tidak ada yang gerak atau tidak ada dana, kami tidak tahu,” tambahnya.

Di pintu masuk Takengon, tepat di Simpang Tugu Biji Kopi, jalur sudah ditutup total. Banyak tiang listrik tumbang dan menghalangi jalan.

Sementara itu, informasi lapangan menyebutkan bahwa lebih banyak warga dari desa-desa sekitar mengungsi ke Linge karena mengira ada bantuan di sana. Padahal, logistik di wilayah itu justru dalam kondisi paling kritis.

“Warga di Linge dan sekitarnya butuh bantuan sekarang. Besok mereka tidak punya apa-apa lagi,” tegas Kekem.

Rencana pengiriman 10 unit Starlink menggunakan pesawat Hercules juga belum jelas kepastiannya, sehingga komunikasi di lapangan sangat terbatas. Ia berharap pemerintah pusat dan provinsi segera turun tangan karena situasi meningkat menjadi darurat kemanusiaan.

Tags: Banjir AcehBantuan bencanabencana alamJaringan putusLingeLongsor
Previous Post

Update Data Korban Banjir: 80 Meninggal, 71 Hilang, Ratusan Ribu Warga Terdampak

Next Post

Badan Kemakmuran Mesjid Jeuram Salurkan Bantuan Korban Banjir

Related Posts

Aceh Tamiang Mulai Tanam Padi Perdana Pascabencana

by Ahmad Mufti
6 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memulai gerakan tanam padi perdana pascabencana hidrometeorologi di Desa Bukit Panjang, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh...

Enam Bulan Pascabencana, Gubernur Minta Prioritas Pemulihan Sawah dan Irigasi Terdampak

by Redaksi
10 Juni 2026
0

MASAKINI.CO - Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan dalam pemulihan dampak banjir dan longsor...

Di Antara Barak dan Doa

by Hendra Syamhari
28 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Gema takbir dari Masjid Darussalam memecah subuh di kompleks Hunian Sementara (Huntara) Kampung Simpang Empat Opak, Kecamatan Karang...

Next Post

Badan Kemakmuran Mesjid Jeuram Salurkan Bantuan Korban Banjir

Pasokan Tawas Menipis, Tirta Daroy Cari Solusi Kirim Jalur Laut

Discussion about this post

CERITA

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

Dari Lahan Penggembalaan ke Destinasi Favorit, Savana Indrapuri Sedot Ribuan Pengunjung

24 Mei 2026

Dari Dapur Rumahan ke Tanah Suci, Keumamah Aceh Diburu Jemaah Haji

19 Mei 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co