MASAKINI.CO – Badan Penanggulangan Bencana Alam (BPBA) mencatat, bencana Alam yang terjadi di Aceh periode Maret 2026 sebanyak 26 kali, dengan prakiraan kerugian mencapai Rp14 miliar.
Kebakaran pemukiman masih mendominasi, yakni sebanyak 12 kali dengan menghanguskan 22 rumah. Jumlah kerugian yang diakibatkan oleh kebakaran mencapai Rp7 miliar.
Kepala Pelaksana BPBA, Bahron Bakti, mengimbau masyarakat agar menjaga alam, khususnya terkait karhutla. Warga diminta untuk tidak mengekploitasi hutan secara berlebihan tanpa memperhatikan fungsi hutan sebagai resapan air yang berguna mencegah banjir dan longsor juga Karhutla.
“Pemberdayaan masyarakat atau sosialisasi kepada pelaku usaha yang terlibat perluasan lahan, kami imbau untuk tidak membuka lahan dengan membakar hutan,” sebut Bahron, Kamis (2/4/2026).
Ke depannya, Bahron menyebut BPBA akan terus berusaha meminimalisir kerusakan maupun korban akibat bencana alam maupun non alam. Seluruh elemen masyarakat juga diharapkan merespons kejadian bencana secara komprehensif, karena pada hakekatnya bencana adalah urusan bersama.
“Kami terus berupaya agar BPBA bersama seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat Aceh terus berupaya dalam meningkatkan mitigasi bencana agar, jumlah kejadian bencana dapat terus turun dari tahun ke tahun,” ungkap Bahron.
Dalam upaya pengurangan risiko bencana, Bahron berharap terwujudnya sebuah langkah pemberdayaan masyarakat yang akan fokus pada kegiatan partisipatif dalam melakukan kajian, perencanaan, pengorganisasian, serta aksi yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu upaya untuk mewujudkan masyarakat/komunitas yang mampu mengelola lingkungan dan mengurangi risiko bencana serta meningkatkan kualitas hidup masyarakat Aceh nantinya.
Ini rincian jumlah kejadian bencana di Aceh selama periode Maret tahun 2026:
- Kejadian : 26 kejadian bencana di Aceh pada bulan Maret.
- Terdampak bencana 21 Kepala Keluarga (KK) / 75 jiwa di 31 kecamatan/36 desa dengan jumlah pengungsi sebanyak 26 orang serta 41 rumah terdampak.
- Kebakaran juga masih intens terjadi yakni sebanyak 12 kali berdampak pada 22 rumah dengan perkiraan kerugian Rp7 miliar.
- Kebakaran hutan dan lahan terjadi 5 kali membakar 12,5 hektare lahan dengan prakiraan kerugian Rp6 miliar.










Discussion about this post