MASAKINI.CO – Tokoh masyarakat Kecamatan Juli, Bireuen, Muhammad Nazir atau Apa Cut, membantah kabar yang menyebut adanya pungutan hingga Rp75 ribu per orang di penyeberangan darurat Jembatan Teupin Mane. Ia menegaskan informasi yang beredar di media sosial tersebut adalah hoaks.
Pernyataan itu disampaikan Apa Cut di posko penyeberangan darurat Gampong Beunyoet, Dusun Mane, Kamis (11/12/2025).
Ia menjelaskan bahwa tarif penyeberangan yang diberlakukan selama jembatan putus akibat banjir telah disepakati bersama masyarakat.
“Untuk penyeberangan orang, tarifnya hanya Rp25 ribu per orang. Untuk barang, seperti beras 15 kilogram, kami tetapkan Rp3 ribu khusus bagi pedagang. Sementara penyaluran bantuan kemanusiaan kami gratiskan,” ujarnya.
Ia menegaskan tarif tersebut tidak bersifat pemerasan, melainkan bentuk gotong royong sekaligus menanggung risiko keselamatan para petugas yang menarik tali baja dan katrol fasilitas darurat bantuan Mapala Leuser USK dan tokoh masyarakat Bireuen.
“Ini usaha kami menolong sesama. Kami juga mempertaruhkan nyawa saat menarik tali penyeberangan. Tidak ada unsur memanfaatkan keadaan. Masyarakat Tanoh Gayo adalah saudara kami,” katanya.
Selain itu, penyeberangan bagi warga sakit, tenaga medis, relawan, serta anggota TNI/Polri diberikan gratis. Bagi warga yang tidak mampu, posko menyediakan santunan dan makanan dari dapur umum masyarakat.
Apa Cut mengaku sedih dengan tudingan bahwa warga Gampong Beunyoet tidak berperikemanusiaan. Ia menyebut pihaknya telah mengklarifikasi isu tersebut bersama Muspika Juli kepada Polres Bireuen, dan persoalan dinyatakan selesai. Aktivitas penyeberangan darurat tetap dibuka hingga jembatan baru selesai dibangun.
Sementara itu, Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengimbau semua pihak menahan diri dan tidak memperkeruh keadaan dengan informasi yang tidak benar. Ia juga meminta seluruh penyedia jasa angkutan darat, laut, udara, dan penyeberangan tidak menetapkan harga di luar kewajaran selama masa bencana.
“Kita sedang dirundung musibah. Mohon harga yang diberlakukan jangan di atas batas kewajaran karena itu akan menodai upaya kemanusiaan,” ujarnya di Banda Aceh.
Ia menjelaskan, penggunaan boat nelayan sebagai penyeberangan sementara sangat membantu masyarakat di wilayah jembatan terputus, namun tarif tetap harus wajar.
Ia juga mengingatkan penyedia transportasi umum dan pemilik jasa sewa mobil untuk tidak menaikkan harga secara berlebihan, terutama bagi lembaga dan relawan yang terlibat dalam penanganan pasca bencana.
“Hari ini semua pihak sedang membantu Aceh yang luluh lantak akibat banjir dan longsor. Mari sama-sama mendukung dengan menjaga kewajaran harga,” tegasnya.










Discussion about this post