MASAKINI.CO – Kelangkaan gas elpiji pasca banjir dan longsor di Aceh berdampak langsung pada aktivitas pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Terputusnya jalur distribusi membuat gas yang menjadi kebutuhan utama untuk memasak sulit diperoleh, sehingga banyak usaha kuliner terpaksa mengurangi produksi.
Seperti yang dialami pelaku UMKM Mie Ceker, Irni Yusnita, mengaku kesulitan menjalankan usahanya karena pasokan elpiji tidak menentu. Kondisi ini diperparah dengan kenaikan harga sejumlah bahan dapur, termasuk telur.
“Menu yang pakai telur terpaksa kami naikkan harganya, karena harga telur juga ikut naik,” ujar Irni, Sabtu (13/12/2025).
Selain mahal, gas elpiji juga sulit didapat. Irni mengatakan warga harus mengantre sejak pagi untuk mendapatkan satu tabung. “Kami antre dari jam enam pagi, jam sebelas siang baru dapat. Sekarang gas sudah habis lagi, ini sangat menyulitkan pelaku UMKM,” katanya.
Menurut Irni, stok elpiji di pangkalan dan agen juga kosong meski harga mengalami kenaikan. “Kalau antre di pangkalan memang tidak naik, tapi gasnya langka. Kalau ke agen harganya mahal, tapi di agen pun tidak ada stok,” jelasnya.
Kondisi ini membuat pelaku UMKM berada dalam posisi sulit antara bertahan berjualan atau menghentikan sementara usaha. Namun Irni memilih tetap membuka lapak meski dengan keterbatasan.
“Tetap jualan. Kalau tidak jualan, tidak ada pemasukan,” tuturnya.
Penulis: Aininadhirah










Discussion about this post