MASAKINI.CO – Di tengah keterbatasan akses pascabanjir, Komunitas Perias Aceh turun langsung menyalurkan bantuan ke sejumlah gampong terdampak di Kecamatan Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya. Aksi kemanusiaan ini dilakukan setelah komunitas tersebut menggalang donasi selama 10 hari, sejak 29 November hingga 8 Desember 2025.
Perwakilan Komunitas Perias Aceh, Sri Wahyuni, mengatakan bantuan dihimpun dari 71 anggota komunitas serta donatur lain yang berprofesi sebagai make up artist (MUA), jasa henna, dan masyarakat umum. “Kami bergerak dari profesi yang mungkin jarang disangka, tapi kepedulian kami sama besarnya dengan yang lain,” ujar Sri Wahyuni, Sabtu (13/12/2025).
Bantuan yang disalurkan berupa Sembako, pakaian bekas layak pakai yang telah diseleksi, alat mandi, perlengkapan ibadah, serta pakaian dalam yang baru, Rombongan relawan berangkat ke lokasi pada 9 Desember 2025 dan menyasar sejumlah titik, antara lain Simpang Tiga Meureudu, Kampung Beurawang, dan Desa Manyang Lancok
Sri Wahyuni menyebut Meunasah tuha, Desa pante beurne, Desa mancang, dan desa blangcut menjadi lokasi tersulit yang berhasil dijangkau. Saat rombongan tiba, wilayah tersebut baru bisa diakses dua hari setelah sebelumnya terisolasi selama empat hari pasca bencana. Kunjungan itu juga bertepatan dengan kedatangan Wakil Gubernur Aceh dan Bupati Pidie Jaya, yang saat itu melakukan mediasi dengan warga terkait sungai yang dipenuhi kayu sisa banjir.
“Warga keberatan sungai dibersihkan karena khawatir akan terjadi banjir besar lagi. Itu menunjukkan betapa trauma dan berat kondisi yang mereka hadapi,” kata sri wahyuni
Selain persoalan sosial, tantangan utama relawan adalah medan berat berupa lumpur tebal yang masih melekat di jalan-jalan desa. Menurut Sri Wahyuni, kondisi inilah yang menjawab pertanyaan mengapa masih banyak korban belum tersentuh bantuan.
“Banyak wilayah yang sulit diakses dan seharusnya ditangani dengan peralatan profesional serta kehadiran aparat agar warga merasa aman,” ujarnya.
Komunitas Perias Aceh yang di ketuai oleh Nurul Nahri ini juga menilai penyaluran bantuan perlu menjangkau langsung ke rumah-rumah korban, tidak hanya terpusat di posko. Mereka berharap masyarakat untuk terus menunjukkan kepedulian karena kebutuhan warga terdampak masih tinggi.
“Makanan, minuman, dan alat mandi masih sangat dibutuhkan. Uluran tangan semua pihak masih dinanti,” tuturnya.










Discussion about this post