MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, November 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Danrem 011/Lilawangsa Bantah TNI Rampas Bantuan, Tegaskan Distribusi Sesuai Prosedur BNPB

Redaksi by Redaksi
14 Desember 2025
in News
0

Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Komandan Korem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, membantah keras tudingan yang menyebut prajurit TNI merampas bantuan kemanusiaan untuk korban bencana di Aceh. Ia menegaskan, isu tersebut tidak benar dan merupakan bentuk propaganda yang menyesatkan.

“Saya Danrem 011/Lilawangsa, Kolonel Inf Ali Imran, membantah keras tuduhan kepada anggota TNI yang disebut merampas bantuan. Itu salah,” kata Ali Imran kepada wartawan di Makorem 011/Lilawangsa, Lhokseumawe, Minggu (14/12/2025).

RelatedPosts

Harga Emas Perhiasan Melonjak Rp140 Ribu per Mayam Hari Ini

BPJS Ketenagakerjaan Bidik 3.000 Penerima Manfaat JKK-JKM di Aceh untuk Program PEKA

Terima Gelar Doktor Kehormatan, Yusril Diharapkan Dukung Penguatan Kekhususan Aceh

Ali Imran menjelaskan, keterlibatan TNI dalam pengelolaan bantuan dilakukan atas perintah Kemenko Polhukam dan BNPB. Tugas TNI hanya mengamankan logistik yang masuk melalui pelabuhan untuk kemudian dibawa ke Korem sebagai posko bencana terpadu yang telah ditetapkan BNPB.

“TNI hanya membantu mengangkat dan mengamankan bantuan dari pelabuhan ke posko. Setelah itu, distribusi dilakukan ke wilayah terdampak sesuai mekanisme yang ada,” ujarnya.

Ia menegaskan, seluruh proses penyaluran bantuan dilakukan secara tercatat dan transparan. Bantuan hanya dapat diambil oleh aparatur desa, seperti keuchik dan camat, dengan pendampingan Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Semua tercatat. Barang masuk, barang keluar. Ini supaya jelas desa mana yang sudah menerima dan mana yang belum,” kata perwira TNI putra asli Aceh tersebut.

Menurut Ali Imran, sistem ini diterapkan agar bantuan tersalurkan secara adil dan merata. Ia mengingatkan, tanpa pendataan yang jelas, bisa terjadi ketimpangan distribusi, di mana ada desa menerima bantuan berulang kali sementara desa lain belum tersentuh.

Sejak bencana melanda Aceh, Ali Imran mengaku dirinya bersama prajurit TNI terus bekerja selama hampir tiga pekan untuk membantu masyarakat, mulai dari distribusi logistik, perbaikan infrastruktur, hingga penanganan darurat.

“Saya orang Aceh. Tidak mungkin saya merampas bantuan untuk masyarakat saya sendiri. Tiga minggu ini saya jungkir balik membantu pemulihan,” tegasnya.

Ia menyebutkan, bantuan disalurkan ke 12 kabupaten/kota di wilayah kerja Korem 011/Lilawangsa, termasuk daerah yang sulit dijangkau seperti Aceh Tengah, Bener Meriah, dan Gayo Lues yang masih mengandalkan jalur udara melalui air drop.

Danrem juga menyoroti insiden viral pembegalan kapal pengangkut bantuan di laut beberapa hari lalu. Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak boleh terulang karena dapat mengganggu penyaluran bantuan dan menimbulkan fitnah.

“Bantuan ini bukan milik pribadi, tapi dari pemerintah pusat, kementerian, dan para relawan. Karena itu harus ada pertanggungjawaban yang jelas,” ujarnya.

Ali Imran mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi oleh isu yang tidak benar. Ia mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama menjaga ketertiban dan mendukung proses pemulihan pascabencana.

“Kita sedang tertimpa musibah. Jangan saling memfitnah. Tujuan kita satu, agar bantuan tepat sasaran dan Aceh bisa segera pulih,” katanya.

Selain penanganan bantuan, Ali Imran juga menyebut TNI bersama PLN tengah membantu pembangunan tower listrik darurat di sejumlah wilayah terdampak untuk mempercepat pemulihan pasokan listrik di Aceh.

 

 

Tags: Bantuan bencanaDanrem 011/LilawangsaIsu Perampasan BantuanKolonel Inf Ali ImranTNI Aceh
Previous Post

Akses Bireuen-Bener Meriah Pulih, Jembatan Bailey Teupin Mane Sudah Bisa Dilalui

Next Post

Pemerintah Aceh Minta Bantuan Banjir Tak Ditahan, Helikopter Disiagakan

Related Posts

Tanggul Krueng Meureudu Jebol 150 Meter, Mendagri Tinjau Lokasi Banjir

by Riska Zulfira
4 November 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meninjau sejumlah lokasi terdampak banjir di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh, Selasa (3/11/2026)....

Bener Meriah dan Aceh Tengah Terima Bantuan Bencana Rp4,85 Miliar dari Pemerintah Aceh

by Redaksi
26 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyalurkan bantuan persediaan logistik penanggulangan bencana (buffer stock) senilai Rp4,85 miliar untuk Kabupaten Bener Meriah dan...

HUT ke-81 TNI di Aceh Digelar Sederhana, Prajurit Masih Tangani Pascabencana

by Redaksi
5 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Aceh digelar sederhana di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin...

Next Post

Pemerintah Aceh Minta Bantuan Banjir Tak Ditahan, Helikopter Disiagakan

Tim Relawan Kemenkeu Salurkan 1,7 Ton Beras ke Bener Meriah

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co