MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Aceh memastikan seluruh sirene peringatan dini tsunami di Aceh berfungsi dengan baik. Kepastian itu diperoleh setelah uji coba aktivasi sirene yang dilakukan secara rutin setiap tanggal 26 Desember di delapan lokasi yang tersebar di Banda Aceh, Aceh Besar, dan Aceh Barat.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Aceh, Andi Azhar Rusdin, mengatakan uji coba tersebut merupakan bagian dari upaya memastikan sistem peringatan dini tsunami tetap siap digunakan sewaktu-waktu, terutama bagi masyarakat di wilayah pesisir.
“Uji coba sirene tsunami rutin dilakukan setiap tanggal 26. Dari hasil pengecekan, seluruh sirene di delapan titik berfungsi dengan baik,” ujar Andi Azhar Rusdin, Jumat (26/12/2025).
Ia menjelaskan, uji coba dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) sebagai bentuk koordinasi antarinstansi dalam menjaga kesiapsiagaan bencana. Aktivasi sirene dilakukan sesuai prosedur untuk memastikan suara sirene terdengar dengan jelas di sekitar lokasi.
Adapun delapan titik sirene tsunami tersebut berada di Aceh Besar, yakni Lhoknga, Lam Awe, dan Kajhu. Di Kota Banda Aceh, sirene terpasang di kawasan Kantor Gubernur Aceh, Lampulo, dan Blang Oi. Sementara di Aceh Barat, sirene berada di Masjid Agung Baitul Makmur Meulaboh serta Pos Damkar Peunaga Raya, Kecamatan Meureubo.
Meski demikian, Andi menyebutkan hingga saat ini belum ada rencana penambahan unit sirene tsunami dalam waktu dekat. BMKG, kata dia, masih fokus pada pemeliharaan dan pengujian rutin terhadap perangkat yang sudah ada agar tetap optimal.
“Saat ini belum ada wacana penambahan sirene” katanya.










Discussion about this post