MASAKINI.CO – Komando Distrik Militer (Kodim) 0103/Aceh Utara memberikan penjelasan terkait kericuhan antara aparat TNI-Polri dan warga yang terlibat konvoi membawa bendera Bulan Bintang di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan, Desa Mane Tunong, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara, Kamis (25/12/2025) lalu.
Dandim 0103/Aceh Utara, Letkol Arh Jamal Dani Arifin, mengatakan kericuhan terjadi akibat adanya provokasi dari sejumlah massa yang mendorong petugas gabungan TNI-Polri dan meneriakkan ajakan perlawanan. Kondisi tersebut memicu gesekan di lapangan hingga berujung saling baku hantam.
“Kericuhan dipicu provokasi sejumlah massa yang mendorong petugas gabungan TNI-Polri sambil meneriaki perlawanan. Personel kemudian melakukan tindakan untuk menghalau massa yang mulai bersikap anarkis, sehingga terjadi saling dorong dan baku hantam,” ujar Jamal, Sabtu (27/12/2025).
Ia menjelaskan, sebelum kejadian, petugas gabungan melaksanakan razia atau sweeping terhadap rombongan kendaraan konvoi dari arah Kabupaten Pidie menuju Aceh Utara. Sweeping dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap konvoi yang membawa bendera Bulan Bintang dan simbol separatis yang dilakukan oleh eks kombatan GAM dan simpatisan.
Menurut Jamal, sekitar pukul 20.53 WIB, personel Polres Lhokseumawe bersama TNI menghentikan 11 unit kendaraan roda empat berbagai jenis yang tergabung dalam rombongan konvoi. Penghentian dilakukan dengan pendekatan persuasif.
Namun situasi berubah setelah sebagian massa bersikap agresif. Jamal mengungkapkan dirinya bersama Kapolres Lhokseumawe turut terdorong dan mengalami pukulan saat berupaya meredam situasi. “Jika massa tidak bersikap arogan dan melakukan provokasi, kericuhan kemungkinan tidak terjadi. Tapi kondisi saat itu cepat berhasil dikendalikan,” katanya.
Dandim menambahkan, peristiwa tersebut telah dimediasi antara koordinator lapangan aksi, Aizilul Nazirna, bersama rombongan dengan Kapolres Lhokseumawe dan Dandim 0103/Aceh Utara. Dari hasil mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai.
“Disepakati bahwa kejadian ini hanya kesalahpahaman. Pihak rombongan menyatakan berdamai dengan aparat gabungan dan korban dari pihak massa akan ditangani oleh mereka sendiri, sesuai permintaan dari pihak rombongan,” jelas Jamal.
Ia juga menyebutkan, sekitar pukul 01.15 WIB, koordinator konvoi dari Pidie, Aizilul Nazirna, telah menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui video atas kesalahpahaman yang terjadi saat razia di Jalan Lintas Banda Aceh–Medan.
Dalam klarifikasinya, Aizilul mengakui adanya kekeliruan dari pihak konvoi dan menyatakan persoalan telah diselesaikan. Ia menyebutkan sejumlah peserta konvoi yang mengalami luka telah mendapat penanganan medis di Puskesmas Kuta Blang, Kabupaten Bireuen.










Discussion about this post