MASAKINI.CO – Tim Pengurus Daerah Ikatan Apoteker Indonesia (PD IAI) Aceh memfokuskan kegiatan pelayanan kesehatan pascabencana di Kampung Kenawat, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, pada edukasi penggunaan obat yang aman dan tepat. Edukasi ini dinilai penting untuk mencegah masalah kesehatan lanjutan setelah banjir dan longsor.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama Satgas Tanggap Bencana Universitas Syiah Kuala (USK) dan Rumah Amal Masjid Jamik USK. Tim apoteker memberikan penyuluhan langsung kepada warga terkait cara menyimpan obat di kondisi lembab, yang umum terjadi pascabanjir dan berisiko merusak kualitas obat.
Selain itu, masyarakat juga dibekali pengetahuan pencegahan penyakit pascabencana, seperti diare dan leptospirosis, yang rentan muncul akibat sanitasi dan air bersih yang belum sepenuhnya pulih. Edukasi diberikan secara sederhana agar mudah dipahami dan langsung diterapkan oleh warga.
Tim PD IAI Aceh juga menekankan pentingnya melanjutkan pengobatan rutin bagi penderita penyakit kronis, seperti hipertensi dan diabetes. Dalam kondisi darurat, pengobatan penyakit kronis kerap terabaikan dan berpotensi menimbulkan komplikasi serius.
“Kolaborasi ini adalah wujud pengabdian profesi apoteker dan akademisi untuk masyarakat yang sedang dalam fase pemulihan. Kami tidak hanya hadir untuk mengobati, tetapi lebih penting lagi untuk mengedukasi dan mencegah masalah kesehatan lanjutan,” kata Ketua Tim PD IAI Aceh, Tedy Kurniawan Bakri, Minggu (28/2/2025).
Selain edukasi, tim kesehatan memberikan layanan pemeriksaan dasar, konsultasi, serta pengobatan untuk keluhan yang banyak muncul pascabencana, seperti penyakit kulit dan infeksi saluran pernapasan atas. Kegiatan pendampingan psikososial juga dilakukan untuk membantu warga, khususnya anak-anak, mengurangi dampak trauma.
Untuk mendukung pemulihan warga, PD IAI Aceh turut menyalurkan bantuan sembako. Ke depan, organisasi profesi tersebut merencanakan pembangunan tiga unit sumur bor lengkap dengan tandon air dan genset guna membantu pemenuhan kebutuhan air bersih di wilayah terdampak.
PD IAI Aceh menyatakan kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan masalah kesehatan pascabencana melalui pendekatan edukatif, dengan harapan warga dapat lebih mandiri dan terlindungi dari risiko kesehatan di masa pemulihan.










Discussion about this post