MASAKINI.CO – Sebanyak 8.618 porsi makanan per hari disiapkan dan dibagikan kepada warga terdampak banjir dan longsor di Kabupaten Pidie Jaya melalui dapur umum dan dapur mandiri yang masih beroperasi. Bantuan ini diperuntukkan bagi warga yang masih mengungsi maupun masyarakat yang belum dapat memasak karena rumah dan peralatan dapur rusak.
Berdasarkan data Pos Komando Penanganan Bencana Banjir dan Longsor Aceh hingga 7 Januari 2026, bencana banjir bandang yang terjadi sejak 26 November 2025 telah berdampak pada 98.580 jiwa atau 26.825 kepala keluarga di 222 desa yang tersebar di delapan kecamatan di Pidie Jaya.
Sebagian warga hingga kini masih bertahan di lokasi pengungsian. Tercatat sebanyak 220 jiwa masih menempati Gedung Serbaguna Tgk Chik Pante Geulima.
Juru Bicara Pos Komando Penanganan Bencana Aceh, Murthalamuddin, mengatakan saat ini satu dapur umum masih beroperasi di Kantor Dinas Sosial Pidie Jaya. Selain itu, terdapat 25 dapur mandiri yang tersebar di Kecamatan Meureudu dan Meurah Dua untuk menjangkau warga terdampak di tingkat gampong.
“Dalam periode 6 hingga 7 Januari 2026, total 17.236 porsi makanan telah didistribusikan kepada warga terdampak banjir dan longsor,” ujar Murthalamuddin, Kamis (8/1/2026).
Ia menjelaskan, dapur mandiri dikelola oleh relawan bersama masyarakat setempat. Makanan yang disiapkan dibagikan kepada pengungsi maupun warga yang rumahnya masih tergenang dan belum memiliki fasilitas memasak.
“Bagi keluarga yang kehilangan dapur atau peralatan masak, layanan dapur ini menjadi penopang utama kebutuhan makan sehari-hari,” katanya.
Sementara itu, Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya telah memperpanjang status keadaan darurat bencana. Perpanjangan tersebut ditetapkan melalui Surat Keputusan Bupati Pidie Jaya Nomor 516 Tahun 2025 tentang Perpanjangan Ketiga Status Keadaan Darurat Bencana Alam Hidrometeorologi selama 14 hari, terhitung sejak 1 Januari hingga 14 Januari 2026.










Discussion about this post