MASAKINI.CO – Isu kesehatan mental tenaga kesehatan menjadi perhatian dalam ajang East Asian Medical Students’ Conference (EAMSC) 2026 di Nepal. Melalui penelitian tentang terapi depresi resisten pengobatan, tim mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (FK USK) meraih Juara I Scientific Poster Competition pada konferensi tersebut.
Penelitian berjudul “Innovative Esketamine Nasal Spray as Adjunctive Therapy for Treatment-Resistant Depression: A Systematic Review and Meta Analysis on Its Potential Use in Healthcare Workers” mengkaji potensi esketamin semprot hidung sebagai terapi tambahan bagi pasien depresi yang tidak merespons pengobatan konvensional.
Kajian ini secara khusus menyoroti kondisi tenaga kesehatan yang berisiko tinggi mengalami gangguan kesehatan mental akibat beban kerja dan tekanan psikologis.
Tim peneliti yang terdiri dari Salwa Keisha, Nazira Evanda, Naja Nurilhaqqi Araz Albani, Putri Suhaila, dan Najwa Alifa menggunakan metode systematic review dan meta analysis untuk menghimpun serta menganalisis bukti ilmiah terkini terkait efektivitas terapi tersebut.
Salwa Keisha mengatakan, krisis kesehatan mental di kalangan tenaga kesehatan kerap luput dari perhatian, meskipun mereka berada di garda terdepan sistem pelayanan kesehatan.
“Tenaga kesehatan memiliki risiko burnout dan depresi yang tinggi. Penelitian ini mencoba melihat pendekatan terapi berbasis bukti yang berpotensi membantu kelompok ini,” kata Salwa, Rabu (21/1/2026).
EAMSC 2026 mengangkat tema “Mental Health and Wellbeing: Addressing the Silent Crisis”, yang menempatkan kesehatan mental sebagai isu utama dalam diskusi mahasiswa kedokteran lintas negara. Dalam kompetisi poster ilmiah tersebut, tim FK USK bersaing dengan delegasi dari berbagai negara di Asia, termasuk Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Hong Kong, Singapura, dan Thailand.
Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemitraan Fakultas Kedokteran USK, Dr. Rina Suryani Oktari, menilai riset tersebut relevan dengan tantangan kesehatan global saat ini.
“Isu kesehatan mental tenaga kesehatan merupakan persoalan serius dan membutuhkan perhatian berbasis riset yang kuat,” ujarnya.
Dalam ajang tersebut, tim FK USK tergabung sebagai delegasi Asian Medical Students’ Association Universitas Syiah Kuala (AMSA USK) di bawah naungan AMSA Indonesia.










Discussion about this post