MASAKINI.CO – Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Aceh mematangkan persiapan Pelayanan Keluarga Berencana (KB) Serentak Awal Tahun 2026 yang akan digelar pada 9–15 Februari 2026. Pelayanan ini difokuskan pada 15 kabupaten/kota prioritas, termasuk wilayah yang terdampak bencana.
Persiapan tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring pada Jumat, 30 Januari 2026. Rapat diikuti oleh unsur PKB/PLKB, OPD KB, serta Pengurus Cabang Ikatan Bidan Indonesia (IBI) dari daerah sasaran.
Ketua Tim Kerja Bina Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi (KBKR) BKKBN Provinsi Aceh, dr. Cut Liza Febtya, menyampaikan bahwa pelayanan KB serentak tidak semata mengejar target capaian, tetapi juga memastikan pelayanan berjalan aman, bermutu, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Pelayanan KB serentak ini harus dipersiapkan secara matang, terutama di wilayah terdampak bencana. Pendekatan pelayanan perlu lebih fleksibel dan adaptif terhadap kondisi lapangan,” ujar dr. Cut Liza.
Ia menjelaskan, pelayanan KB serentak awal tahun 2026 mengusung tema PANTAU KB (Pelayanan Kontrasepsi untuk Penggarapan Unmet Need KB di Wilayah Prioritas) sebagai bagian dari upaya percepatan program kependudukan dan pembangunan keluarga.
Dalam rapat tersebut juga ditekankan pentingnya sinergi lintas sektor, terutama antara PKB/PLKB, bidan, dan OPD KB, agar pelaksanaan pelayanan berjalan optimal dan tidak terjadi tumpang tindih layanan.
“Koordinasi menjadi kunci, mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga pencatatan dan pelaporan melalui sistem SIGA agar capaian program terukur dan akuntabel,” tambahnya.
Ketua IBI Provinsi Aceh, Elfira Wahyuni, menegaskan komitmen bidan dalam mendukung penuh pelaksanaan pelayanan KB serentak di Aceh.
“Di mana ada pelayanan KB, di situ bidan harus hadir. IBI siap mendukung pelaksanaan pelayanan KB serentak, terutama di wilayah prioritas dan daerah yang sedang dalam pemulihan pascabencana,” ujarnya.
Rapat koordinasi tersebut turut membahas kesiapan teknis pelayanan, meliputi target pelayanan KB baru, metode kontrasepsi jangka panjang (MKJP), KB pascapersalinan, kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan dan mobil unit pelayanan, ketersediaan alat dan obat kontrasepsi, serta mekanisme pelaporan.
Melalui persiapan ini, BKKBN Aceh bersama mitra terkait menegaskan komitmen untuk menyukseskan Pelayanan KB Serentak Awal Tahun 2026 sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan dan kesejahteraan keluarga Aceh, khususnya di wilayah yang sedang bangkit dari dampak bencana.









Discussion about this post