MASAKINI.CO – Media investigasi ProPublica menemukan dua agen imigrasi yang menembakkan senjata di Minneapolis bulan lalu, menyebabkan kematian Alex Pretti. Para agen adalah Jesus Ochoa (43 tahun) dari Patroli Perbatasan dan Raymundo Gutierrez (35 tahun) dari Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan (CBP).
Tembakan pada 24 Januari membuat banyak orang protes dan membuat orang melihat kembali operasi penegakan imigrasi di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump. Kedua agen itu bertugas dalam “Operasi Metro Surge” – program yang mulai Desember lalu dengan mengirim agen bersenjata ke beberapa kota Amerika.
CBP belum mengkonfirmasi nama mereka dan hanya memberi sedikit informasi tentang kejadiannya. Alex Pretti adalah perawat berusia 37 tahun yang bekerja di rumah sakit untuk para veteran. Ia ditembak ketika agen mencoba mengusir orang yang sedang protes dari jalan raya.
CBP mengatakan Pretti tidak mau ditahan dan seorang agen berteriak “Dia ada senjata!” sebelum dua petugas menembak. Video yang beredar menunjukkan suasana kacau saat itu.
Otoritas mengkonfirmasi Pretti membawa pistol yang memiliki izin hukum. Beberapa analisis video menunjukkan senjata itu mungkin sudah diambil darinya sebelum tembakan terjadi, tapi belum dipastikan.
“Departemen Kehakiman Amerika sudah membuka penyelidikan kasus ini,” mengutip laporan trtworld, Senin (2/2/2026). “Kedua agen diberhentikan sementara dari tugas, tapi tidak ada informasi lebih lanjut.”
Pejabat daerah mengeluh karena tidak diberikan akses ke bukti penting seperti rekaman kamera agen. Kasus ini menarik perhatian Kongres. Senator John Curtis menginginkan penyelidikan yang jelas, sedangkan anggota parlemen Demokrat mengatakan otoritas federal menyembunyikan informasi.
Sebelumnya, pada 7 Januari, Renee Good juga tewas dalam insiden lain dengan agen imigrasi. ProPublica menerbitkan nama agen tersebut untuk kepentingan masyarakat dan agar ada akuntabilitas.







Discussion about this post