MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh resmi membuka Peukan Raya Ramadan 2026 di kawasan bekas Pasar Aceh Shopping Center atau Pasar Aceh lama yang telah dirobohkan, sebagai bagian dari upaya mendorong perputaran ekonomi masyarakat selama bulan suci, Jumat (27/2/2026).
Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, menargetkan kunjungan mencapai 10 ribu orang per hari dengan proyeksi transaksi hingga Rp2 miliar.
Illiza menyampaikan, Peukan Raya Ramadan merupakan agenda perdana yang digelar tahun ini dan menjadi bagian dari rangkaian multi-event Ramadan di Kota Banda Aceh. Selain Pekan Raya, terdapat pula Peukan QRIS, Kenduri Ramadan, program 1001 UMKM, serta kegiatan serupa yang akan dilaksanakan Bank Syariah Indonesia (BSI).
“Kita ingin Ramadan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga momentum kebangkitan ekonomi. Perputaran ekonomi di bulan ini cukup besar dan harus bisa dimanfaatkan oleh pelaku UMKM,” kata Illiza.
Sebanyak ratusan pelaku UMKM dilibatkan dan difasilitasi secara gratis. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha kecil yang terdampak kondisi ekonomi beberapa waktu terakhir, termasuk kenaikan inflasi dan gangguan pasokan yang sempat memengaruhi operasional usaha.
Menurut Illiza, banyak pelaku UMKM mengalami kerugian akibat kerusakan peralatan seperti freezer karena pemadaman listrik serta kenaikan harga bahan baku dan gas. Melalui event ini, pemerintah berharap pelaku usaha bisa kembali bangkit, berinovasi, dan naik kelas.
Pemko Banda Aceh juga tengah melakukan pemetaan terhadap UMKM, mulai dari kategori pemula, menengah, hingga yang siap ekspansi. Event seperti Peukan Raya Ramadan disebut akan terus digelar untuk memperkuat struktur ekonomi berbasis usaha rakyat.
Selain mendorong transaksi langsung, pemerintah juga mengedukasi masyarakat terkait penggunaan sistem pembayaran non-tunai yang dinilai lebih cepat, aman, dan efisien.
Lokasi kegiatan terintegrasi dengan kawasan Pasar Aceh dan Masjid Raya Baiturrahman.
Konsep yang diusung menghadirkan area kuliner, tempat duduk lesehan, serta ruang interaksi ekonomi yang dibuka mulai pukul 15.00 WIB hingga malam hari, bahkan setelah salat tarawih.
Pemerintah berharap, dengan target kunjungan 10 ribu orang per hari, perputaran ekonomi dapat mencapai Rp2 miliar selama pelaksanaan.
Intervensi melalui event ini juga diharapkan mampu meramaikan kembali kawasan pasar yang selama ini cenderung sepi. “Dengan kolaborasi dan dukungan semua pihak, kita ingin ada pemerataan ekonomi di Banda Aceh. UMKM tumbuh, pasar hidup, dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujar Illiza.









Discussion about this post