MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Sawah Tadah Hujan Jadi Andalan, Petani Aceh Besar Genjot Produksi di Tengah Ancaman Gagal Panen

Riska Zulfira by Riska Zulfira
27 Maret 2026
in News
0

Persawahan siap panen di kawasan Desa Maheng | Foto: MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Di tengah keterbatasan irigasi dan ancaman cuaca tak menentu, petani di Gampong Maheng, Kecamatan Kuta Cot Glie, Aceh Besar, mulai mengandalkan sawah tadah hujan sebagai strategi utama mendongkrak produksi padi.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya mendukung swasembada pangan nasional, sekaligus menjawab tantangan minimnya pasokan air di wilayah pedesaan yang bergantung pada curah hujan.

RelatedPosts

Mawardi Nur Nahkodai BPMA, Bawa Tiga Prioritas Baru untuk Dorong Kinerja Migas Aceh

Polda Aceh Bongkar Rantai Peredaran Etomidate, Pemasok Cartridge Vape Masuk DPO

Oknum Keuchik Diduga Jadi Kurir Jaringan Narkoba, Polda Aceh Sita 50 Ribu Ekstasi dan Etomidate

Di Gampong Maheng, sekitar 200 hektare lahan pertanian dikelola dengan sistem tadah hujan. Namun, kondisi tersebut juga menyimpan risiko besar jika pengelolaan air tidak dilakukan secara optimal.

Petani setempat, Nasri (37), mengungkapkan ketidakpastian cuaca menjadi tantangan utama yang kerap berujung pada gagal panen.

“Kalau air tidak dikelola dengan baik, sawah tadah hujan ini sangat berisiko. Kami sering mengalami gagal panen,” ujarnya saat ditemui di lokasi persawahan, Jumat (27/3/2026).

Meski demikian, para petani tetap optimistis. Mereka mulai memperkuat kerja sama, termasuk dalam pengaturan jadwal tanam dan distribusi air, guna memaksimalkan hasil produksi.

Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terus mendorong peningkatan luas tambah tanam (LTT) dan optimalisasi lahan sebagai bagian dari strategi memperkuat ketahanan pangan daerah.

Dengan luas sawah mencapai puluhan ribu hektare dan produktivitas rata-rata 5–6 ton per hektare, Aceh Besar dinilai memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan di Aceh. Namun, tanpa pengelolaan yang tepat, potensi tersebut bisa terhambat oleh faktor alam.

Program optimalisasi tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga mencakup dukungan teknologi, pelatihan, hingga penyediaan sarana pertanian bagi petani.

Nasri menegaskan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada keseriusan petani dalam mengelola lahan.

“Kalau semua petani serius, kami yakin sawah tadah hujan ini bisa jadi andalan untuk swasembada pangan,” katanya.

Tags: Petani Aceh BesarSawah Tadah Hujanswasembada pangan nasional
Previous Post

Pascalebaran, Masyarakat Diingatkan Waspada Tawaran Kerja Bodong

Next Post

Suhu Aceh Capai 34 Derajat Celsius, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas

Related Posts

Sawah di Aceh Besar Mengering, Petani Khawatir Hasil Panen Terancam

by Riska Zulfira
26 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Sejumlah lahan persawahan di Kabupaten Aceh Besar mulai mengalami kekeringan akibat minimnya pasokan air irigasi. Kondisi tersebut terjadi...

Darmawan Diantara Ketahanan Pangan

by Ahmad Mufti
19 Februari 2025
0

MASAKINI.CO - Sejak pagi hingga petang, Evi Darmawan menghabiskan waktu di kebun. Pria berusia senja ini merawat jagung serupa menjaga...

Mengumpulkan Hasil Panen

Mengumpulkan Hasil Panen

by Masa Kini
2 April 2020
0

Suwardi, warga Gampong Lamreh, Kecamatan Darussalam Aceh Besar mengumpulkan padi hasil panen sebelum dirontokan di sawah miliknya di Blang Tuwalampe...

Next Post

Suhu Aceh Capai 34 Derajat Celsius, BMKG Ungkap Penyebab Cuaca Panas

Dari Balik Tenda, Suara Wara Bongkar Realitas Pengungsi Aceh Tamiang

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co