MASAKINI.CO – Rendahnya kesadaran dan penolakan orang tua terhadap imunisasi menjadi pemicu utama tingginya jumlah anak zero dose di Aceh. Dalam lima tahun terakhir, tercatat 281.984 ribu anak belum pernah menerima imunisasi sama sekali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Aceh, Iman Murahman, menyebut kondisi ini berdampak langsung pada meningkatnya risiko penyakit menular, terutama campak. Anak yang tidak pernah mendapatkan imunisasi sangat rentan terhadap peyakit.
“Banyak orang tua khawatir terhadap efek samping, padahal mereka belum memahami manfaat imunisasi,” ujarnya, Jumat (17/4/2026).
Dampaknya mulai terlihat. Sepanjang Januari hingga Maret 2026, tercatat 724 kasus campak di Aceh. Sebagian besar kasus terjadi pada anak yang tidak memiliki riwayat imunisasi. Sedangkan pada 2025, jumlah kasus campak bahkan menembus lebih dari 5.000 kasus. Dengan masih tingginya angka anak zero dose, potensi lonjakan kasus dinilai masih sangat besar.
Masalah ini juga tercermin dari rendahnya cakupan imunisasi dasar lengkap di Aceh yang menempatkan provinsi ini di peringkat 37 dari 38 provinsi secara nasional dengan capaian hanya 1,9 persen.
Dinas Kesehatan mencatat, daerah seperti Lhokseumawe, Aceh Tengah, dan Bener Meriah memiliki capaian relatif lebih baik. Namun, sejumlah wilayah lain seperti Pidie, Aceh Jaya, Sabang, dan Bireuen masih tertinggal.
Untuk mengatasi kondisi ini, pemerintah mulai mengintensifkan imunisasi kejar melalui posyandu dengan menyasar balita hingga anak usia sekolah. Target tahun 2026 ditetapkan minimal 50 persen anak mendapatkan imunisasi lengkap.
Selain itu, langkah pencegahan juga diperluas ke tenaga kesehatan. Program imunisasi campak bagi tenaga medis dijadwalkan diluncurkan pada 21 April 2026 di RSUD dr. Zainoel Abidin.
Langkah ini diambil karena sekitar 8 persen kasus campak terjadi pada orang dewasa, termasuk tenaga medis, bahkan telah dilaporkan adanya kasus kematian.
Dinas Kesehatan menegaskan, tanpa perubahan sikap dari masyarakat, terutama orang tua, upaya mengejar ketertinggalan imunisasi akan sulit tercapai dan risiko wabah akan terus mengintai.








Discussion about this post