MASAKINI.CO – Pencurian kabel listrik di Underpass Beurawe berdampak serius pada sistem pengendali banjir. Empat unit pompa submersible dilaporkan lumpuh, menyebabkan air meluap dan menggenangi badan jalan.
Pemerintah Kota Banda Aceh langsung bergerak cepat. Pemasangan kamera pengawas (CCTV) disiapkan sebagai langkah pengamanan sekaligus pengawasan sistem agar gangguan serupa tidak terulang.
Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Statistik Kota Banda Aceh, Muhammad Zubir, mengatakan pihaknya telah melakukan survei untuk menentukan titik pemasangan CCTV di area underpass.
“Survei sudah kita lakukan untuk menentukan jumlah dan lokasi strategis pemasangan CCTV,” ujarnya, Selasa (5/5/2026).
CCTV akan dipasang di sejumlah titik, termasuk di sekitar underpass dan pada box panel kontrol pompa submersible lokasi yang menjadi sasaran pencurian. Menurut Zubir, pengawasan ini tidak hanya ditujukan untuk mencegah aksi kriminal, tetapi juga untuk memastikan sistem pompa tetap berfungsi optimal.
“CCTV juga akan digunakan untuk memantau kondisi panel dan operasional pompa secara real time,” katanya.
Ia menegaskan, meluapnya air di underpass tidak semata-mata disebabkan pencurian kabel, tetapi juga bisa dipicu gangguan teknis pada panel listrik. “Jadi pengawasan ini penting untuk dua hal, keamanan dan fungsi sistem,” tambahnya.
Hasil survei akan segera ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Banda Aceh untuk percepatan pemasangan.







Discussion about this post