MASAKINI.CO – India menjadi tujuan utama ekspor Aceh pada Maret 2026, dengan nilai pengiriman mencapai 51,44 juta dolar AS atau mendominasi hampir seluruh ekspor daerah.
Badan Pusat Statistik (BPS) Aceh mencatat total nilai ekspor Aceh pada Maret 2026 sebesar 59,33 juta dolar AS. Dari jumlah tersebut, sebagian besar dikirim ke India, didominasi komoditas batu bara.
Kepala BPS Aceh, Agus Andria, menyebut tingginya ekspor ke India menunjukkan ketergantungan pasar yang cukup besar pada satu negara tujuan.
“India masih menjadi tujuan utama ekspor Aceh, terutama untuk komoditas batu bara,” ujarnya.
Selain India, Amerika Serikat berada di posisi kedua dengan nilai ekspor 3,11 juta dolar AS, yang sebagian besar berasal dari kopi dan rempah-rempah. Thailand menyusul di posisi ketiga dengan nilai 2,04 juta dolar AS.
Secara komoditas, batu bara masih menjadi tulang punggung ekspor Aceh dengan kontribusi mencapai 46,85 juta dolar AS atau sekitar 78,96 persen dari total ekspor. Sementara itu, komoditas lain seperti minyak dan lemak nabati (CPO), kopi, serta produk kimia memberikan kontribusi tambahan.
Berdasarkan data BPS Aceh, nilai ekspor mencapai 59,33 juta dolar AS pada Maret 2026, turun 8,21 persen dibanding Februari. Namun, secara tahunan masih tumbuh 4,03 persen.
Di sisi lain, impor Aceh pada Maret 2026 tercatat sebesar 43,17 juta dolar AS, turun tipis 1,58 persen dibanding bulan sebelumnya, namun meningkat tajam hingga 40,57 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.







Discussion about this post