MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Juli 17, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

557 Korban HAM Terima Reparasi, Koalisi Masyarakat Sipil Minta Pengawasan Ketat

Riska Zulfira by Riska Zulfira
17 Juli 2026
in News
0

Kondisi saat ini Rumoh Geudong di Desa Bilie Aron Kecamatan Geulumpang Tiga, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. | Foto: dok KontraS Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Koalisi masyarakat sipil yang terdiri dari KontraS Aceh, LBH Banda Aceh, dan Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) meminta Pemerintah Aceh memastikan penyaluran program reparasi bagi korban pelanggaran HAM masa lalu dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan bebas dari praktik penyimpangan.

Koordinator KontraS Aceh, Azharul Husna, mengatakan koalisi mengapresiasi terbitnya Keputusan Gubernur Aceh Nomor 300.1.6/602/2026 tentang Penetapan Penerima Reparasi Bantuan Modal Usaha dan Layanan Rumah. Kebijakan tersebut dinilai menjadi tindak lanjut konkret atas rekomendasi Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi (KKR) Aceh.

RelatedPosts

Rumah Warga di Ingin Jaya Ludes Terbakar, BPBD Kerahkan Lima Armada

Harga Emas di Banda Aceh Anjlok Rp70 Ribu, Antam Ikut Ambruk

Patroli Syariat di Lueng Bata Temukan Pelanggaran Busana dan Pengawasan Warnet Diperketat

“Ini merupakan langkah penting dalam pemulihan hak korban pelanggaran HAM masa lalu. Namun proses penyalurannya harus benar-benar dikawal agar tepat sasaran,” kata Azharul, Jumat (17/7/2026).

Berdasarkan keputusan tersebut, sebanyak 557 korban dan ahli waris ditetapkan sebagai penerima reparasi. Rinciannya, 309 orang menerima bantuan modal usaha dan 248 orang memperoleh bantuan perbaikan rumah.

Meski mengapresiasi kebijakan itu, koalisi meminta Pemerintah Aceh menjelaskan secara terbuka alasan hanya 557 korban yang menerima reparasi pada tahap ini. Penjelasan tersebut dinilai penting agar tidak menimbulkan kecemburuan di kalangan korban lainnya yang juga telah mengajukan pemulihan hak.

Selain itu, koalisi mengingatkan potensi penyimpangan dalam proses penyaluran, mulai dari manipulasi data penerima, perubahan nama penerima manfaat, hingga praktik pemotongan bantuan.

“Kami meminta mekanisme pengawasan diperkuat agar tidak ada manipulasi data maupun pemotongan bantuan di lapangan,” ujarnya.

Koalisi juga mendesak Badan Reintegrasi Aceh (BRA) membuka informasi mengenai perkembangan penyaluran bantuan kepada KKR Aceh dan masyarakat sipil tanpa mengabaikan kerahasiaan identitas korban. Selain itu, bantuan diminta disalurkan langsung kepada penerima yang telah ditetapkan dalam keputusan gubernur tanpa melalui perantara.

Tak hanya itu, Pemerintah Aceh juga diminta menyediakan kanal pengaduan yang mudah diakses apabila ditemukan dugaan penyimpangan selama proses penyaluran, serta melibatkan KKR Aceh dan masyarakat sipil dalam pengawasan di setiap tahapan pelaksanaan.

Azharul menegaskan, reparasi bagi korban pelanggaran HAM bukan sekadar bantuan sosial, melainkan bagian dari pemulihan hak dan martabat korban yang harus dijalankan secara akuntabel.

“Pemulihan hak korban harus dijaga agar tidak dicederai oleh kepentingan pragmatis maupun praktik yang merugikan para korban,” katanya.

Tags: bantuan korban HAMBRA AcehKKR AcehKontraS AcehKorban Pelanggaran HAMPemerintah Acehreparasi HAMreparasi korban HAM Aceh
Previous Post

Rumah Warga di Ingin Jaya Ludes Terbakar, BPBD Kerahkan Lima Armada

Related Posts

Mualem Bawa Agenda Percepatan Ekonomi Aceh ke Forum APPSI

by Ahmad Mufti
17 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) membawa agenda percepatan pembangunan ekonomi dan penguatan sinergi pusat-daerah saat menghadiri Rapat Kerja...

Mualem Buru Formula Penguatan UMKM di Forum Gubernur Seluruh Indonesia

by Ahlul Fikar
16 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh membidik penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai salah satu strategi mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah. Langkah...

Mentan Tinjau Sentra Benih Kopi Gayo, Aceh Perkuat Hilirisasi dan Produktivitas

by Ahmad Mufti
15 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman meninjau sentra produksi benih kopi arabika di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten...

Discussion about this post

CERITA

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

Gigi Ngilu Jangan Diabaikan, Kenali 5 Varian Sensodyne Sesuai Keluhan Sebelum Membeli

16 Juli 2026

Keberanian yang Mengantar Ghaisya ke Podium Emas

8 Juli 2026

Menunggu Rezeki di Bawah Tenda Musim Durian

28 Juni 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co