MASAKINI.CO – Upaya menghadirkan pelayanan publik yang lebih inklusif terus diperkuat Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (Kemendukbangga/BKKBN) Aceh.
Melalui Tim Kerja Zona Integritas menuju Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), BKKBN Aceh menggelar Kelas Bahasa Isyarat bagi aparatur sipil negara (ASN) di Aula H. M. Djuned Mahmud, Senin (20/7/2026).
Kegiatan tersebut diikuti puluhan peserta yang terdiri dari ketua tim kerja, penyuluh keluarga berencana (PKB), serta petugas lapangan keluarga berencana (PLKB) dari Kota Banda Aceh dan Kabupaten Aceh Besar.
Kepala Perwakilan BKKBN Aceh, Safrina Salim, mengatakan kemampuan aparatur dalam berkomunikasi dengan seluruh kelompok masyarakat menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, pelayanan tidak hanya dinilai dari kecepatan, tetapi juga dari kemampuan ASN memahami kebutuhan setiap warga, termasuk penyandang disabilitas.
“Masyarakat memiliki hak yang sama untuk memperoleh pelayanan publik yang layak. Karena itu, ASN perlu terus meningkatkan kompetensi, termasuk kemampuan berkomunikasi dengan penyandang disabilitas. Kelas bahasa isyarat ini merupakan salah satu ikhtiar kita menghadirkan pelayanan yang lebih inklusif, humanis, dan tidak meninggalkan siapa pun,” ujar Safrina.
Dalam pelatihan tersebut, peserta mendapatkan materi mengenai konsep dasar disabilitas, khususnya kelompok teman tuli, serta pengenalan dua sistem bahasa isyarat yang digunakan di Indonesia, yakni Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO) dan Sistem Isyarat Bahasa Indonesia (SIBI).








Discussion about this post