MASAKINI.CO – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, penjualan bendera Merah Putih di Banda Aceh mulai meningkat. Momen tersebut menjadi peluang bagi pedagang musiman yang mengaku mampu meraup keuntungan hingga Rp3 juta dalam sehari.
Salah seorang pedagang, Safura Yulinda, mengatakan permintaan bendera mulai meningkat sejak memasuki awal Agustus. Peningkatan pembeli datang dari masyarakat yang mulai memasang bendera di rumah, tempat usaha, hingga perkantoran.
“Penghasilannya banyak, sehari bisa dapat Rp3 juta. Itu kami bagi lagi sama orang tua, jadinya per orang dapat Rp1 juta, itu untuk untungnya saja,” kata Safura, Selasa (4/8/2026).
Safura mengaku telah berjualan bendera selama sekitar 10 tahun. Usaha yang awalnya dijalankan sejak masih berstatus mahasiswi itu kini menjadi sumber penghasilan tambahan setiap menjelang perayaan kemerdekaan.
Untuk memenuhi tingginya permintaan, ia membuka lapak di tiga lokasi, yakni di depan Taman Budaya Aceh, kawasan Gunongan, dan dekat Kuburan Belanda. Lapaknya beroperasi sejak pagi hingga sore, bahkan pada hari-hari tertentu tetap melayani pembeli hingga malam.
“Kami buka mulai pagi sampai sore, kadang malam juga buka karena masih banyak yang datang membeli,” ujarnya.
Safura menjual berbagai ukuran bendera dengan harga mulai Rp20 ribu hingga Rp350 ribu per lembar. Bendera berukuran besar yang biasa digunakan di perkantoran menjadi salah satu produk dengan harga tertinggi.
“Bendera kami jual mulai Rp20 ribu, Rp50 ribu sampai yang paling besar untuk kantor harganya Rp350 ribu,” katanya.
Ia menambahkan, seluruh bendera yang dipasarkan merupakan hasil jahitan keluarganya sendiri. Persiapan produksi dilakukan jauh sebelum Agustus agar stok tetap tersedia saat permintaan mulai meningkat.
Menurut Safura, penjualan biasanya terus mengalami peningkatan hingga menjelang 17 Agustus, seiring semakin banyak masyarakat yang memasang bendera sebagai bagian dari peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.








Discussion about this post