MASAKINI.CO – PT Pertamina Patra Niaga menambah penyaluran bahan bakar minyak (BBM) ke Aceh sebagai langkah mengatasi antrean panjang yang terjadi di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU). Penambahan pasokan dilakukan untuk jenis gasoil maupun gasoline di atas rata-rata penyaluran normal.
Sales Branch Manager (SBM) Aceh I Fuel Pertamina Patra Niaga Retail Aceh, Ferdi Fajrian Adicandra, menyampaikan penyaluran gasoil ditingkatkan hingga 120,4 persen, sedangkan gasoline mencapai 109 persen dari kondisi penyaluran normal.
Informasi tersebut disampaikan Ferdi dalam rapat koordinasi bersama Tim Pemerintah Aceh yang dipimpin Asisten II Setda Aceh, Teuku Robby Izra, di Kantor Gubernur Aceh, Senin (3/8/2026).
Selain menambah kuota penyaluran, Pertamina Patra Niaga bersama Pemerintah Aceh dan aparat penegak hukum juga melakukan inspeksi lapangan ke sejumlah SPBU untuk memantau ketersediaan stok sekaligus menertibkan penyaluran BBM bersubsidi.
Pengawasan difokuskan pada pencegahan penyalahgunaan BBM bersubsidi, termasuk kendaraan yang menggunakan tangki modifikasi maupun aktivitas ilegal lainnya.
Untuk mengurangi antrean di SPBU, Pertamina juga meminta pengelola SPBU menempatkan petugas marshalling guna mengatur arus kendaraan agar tidak mengganggu lalu lintas di sekitar lokasi pengisian.
Selain itu, SPBU diminta menyesuaikan jadwal operator pada jam-jam sibuk serta tetap siaga menerima pasokan BBM di luar jam operasional agar stok dapat dipersiapkan sebelum didistribusikan kepada masyarakat keesokan harinya.
Di sisi lain, Fuel Terminal Pertamina di Aceh turut memperpanjang operasional, termasuk membuka layanan pada hari Minggu, guna mempercepat distribusi dan menjaga ketersediaan stok BBM di SPBU.
Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, mengatakan penambahan penyaluran BBM tersebut merupakan hasil koordinasi yang dilakukan Pemerintah Aceh bersama Pertamina Patra Niaga.
“Pemerintah Aceh akan terus melakukan evaluasi bersama Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, Organda, dan instansi terkait untuk memastikan ketersediaan BBM bersubsidi tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, dan masyarakat memperoleh pelayanan yang optimal,” ujarnya.
Pemerintah Aceh juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan serta tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi agar distribusi tetap berjalan normal.










Discussion about this post