MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Rabu, November 4, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

AICRF Minta Kesiapsiagaan Bencana Aceh Diperkuat Jelang Puncak Hujan Oktober-Desember

Redaksi by Redaksi
18 September 2026
in News
0

Ketua Yayasan AICRF, Imran | Foto: dok pribadi

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Yayasan Ketangguhan Komunitas Aceh Indonesia (AICRF) meminta pemerintah daerah di Aceh memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi peningkatan curah hujan tinggi hingga sangat tinggi pada Oktober-Desember 2026.

Seruan tersebut disampaikan menyusul analisis iklim Stasiun Klimatologi Kelas II Aceh, BMKG, yang dirilis 1 September 2026. Dalam analisis itu, sebagian besar wilayah Aceh diproyeksikan mengalami curah hujan 300-500 milimeter per bulan hingga lebih dari 500 milimeter per bulan.

RelatedPosts

Produksi Beras Aceh 2026 Diperkirakan Turun 60,7 Ribu Ton

Massa Aksi Desak Bencana Ekologis Aceh-Sumatra dan Karhutla Ditetapkan Bencana Nasional

HUT ke-15, NasDem Aceh Sasar Kebutuhan Masyarakat Lewat Aksi Sosial

Ketua Yayasan AICRF, Imran, mengatakan kondisi tersebut perlu diantisipasi sejak dini, terutama karena proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 masih berlangsung di sejumlah sektor.

“Ingatan kita masih melekat pada bencana hidrometeorologi 26 November 2025 lalu. Hingga September 2026, proses rekonstruksi dan rehabilitasi pasca-bencana sebelumnya masih berjalan di semua sektor,” ujar Imran, Jumat (18/9/2026).

Menurut dia, sebagian penyintas masih menempati hunian sementara maupun hunian tetap yang proses rekonstruksinya belum sepenuhnya selesai. Infrastruktur dan pemulihan lahan pertanian serta perkebunan warga juga masih berjalan.

“Kita tidak boleh membiarkan munculnya dampak bencana baru di saat pemulihan dampak sebelumnya belum selesai,” katanya.

Berdasarkan analisis BMKG, pada Oktober 2026 curah hujan sangat tinggi atau lebih dari 500 milimeter per bulan berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Gayo Lues, dan Nagan Raya.

Memasuki November, potensi curah hujan sangat tinggi diproyeksikan meluas ke Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Gayo Lues, Nagan Raya hingga Pidie. Sementara pada Desember, curah hujan tinggi masih diperkirakan mendominasi wilayah pesisir dan dataran tinggi Aceh.

Atas kondisi tersebut, AICRF meminta Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota menyiagakan sumber daya penanggulangan bencana serta memperkuat koordinasi antarinstansi.

AICRF juga meminta Sistem Komando Penanganan Darurat Bencana diperkuat secara formal sejak tahap kesiapsiagaan, sebagaimana diatur dalam Peraturan Kepala BNPB Nomor 3 Tahun 2016.

Menurut Imran, kesiapan sistem komando sejak awal diperlukan agar instansi teknis, aparat penanggulangan bencana, dan relawan dapat bergerak secara terkoordinasi ketika terjadi perubahan kondisi di lapangan.

Selain kesiapan pemerintah, AICRF mengingatkan masyarakat di wilayah rawan banjir dan longsor untuk melakukan langkah antisipasi, mulai dari membersihkan lingkungan dan saluran drainase, menyiapkan tas siaga bencana, memastikan keamanan instalasi listrik dan aset, hingga memantau informasi resmi.

Warga di zona rawan juga diimbau tidak panik dan segera mengikuti jalur evakuasi resmi apabila muncul tanda-tanda bahaya, seperti retakan tanah atau air sungai yang berubah keruh.

“Kesiapsiagaan adalah kunci keselamatan bersama. Kami berharap pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat dapat saling bahu-membahu membangun benteng ketangguhan menghadapi potensi cuaca ekstrem ini,” ujar Imran.

Tags: AICRFBanjirBMKG Acehcurah hujanKesiapsiagaan BencanaLongsor
Previous Post

40 Pemuda Aceh Dibekali Bahasa Inggris untuk Hadapi Peluang Kerja di Luar Negeri

Next Post

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Mitra di Jerman

Related Posts

BMKG Jelaskan Karakteristik Gempa yang Berpotensi Picu Tsunami

by Alya Ulfa
2 November 2026
0

MASAKINI.CO – Tidak semua gempa bumi berpotensi memicu tsunami. Gempa yang dapat menimbulkan gelombang tsunami umumnya memiliki karakteristik khusus, yakni berpusat...

Sebanyak 176 Gempa Terjadi di Aceh Selama Oktober 2026

by Alya Ulfa
1 November 2026
0

MASAKINI.CO – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat 176 kejadian gempa bumi di wilayah Aceh sepanjang Oktober 2026. Dari...

Bibit Siklon 91B Tingkatkan Potensi Hujan Lebat di Aceh

by Riska Zulfira
30 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Bibit Siklon Tropis 91B di Laut Andaman dan aktifnya Gelombang Kelvin menjadi faktor yang mendukung peningkatan potensi hujan...

Next Post

Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry Jalin Kerja Sama dengan Mitra di Jerman

Lhoksukon Diprakirakan Jadi Wilayah Terpanas di Aceh Besok, Suhu Capai 32 Derajat Celsius

Discussion about this post

CERITA

Di Sudut Punti, Rindu yang Panjang Menemukan Tempat untuk Pulang

2 November 2026

Menyusuri Kisah di Balik Nama Pulau Rubiah

28 Oktober 2026

Dari Lumpur Banjir, Kebun Edukasi MIN 42 Bireuen Tumbuhkan Semangat Baru

27 Oktober 2026

Gampong Nusa, Merawat Tradisi Aceh Lewat Wisata Budaya dan Permainan Masa Kecil

26 Oktober 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co