MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, Agustus 10, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Mawardi Nur Nahkodai BPMA, Bawa Tiga Prioritas Baru untuk Dorong Kinerja Migas Aceh

Riska Zulfira by Riska Zulfira
10 Agustus 2026
in News
0

Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) melaksanakan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala BPMA pada Senin (10/8/2026) di Kantor BPMA, Banda Aceh | Foto: ist

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) memasuki fase baru kepemimpinan setelah Mawardi Nur resmi menggantikan Nasri Djalal sebagai Kepala BPMA. Di bawah kepemimpinan baru, BPMA menetapkan tiga prioritas utama untuk memperkuat sektor hulu migas Aceh, mulai dari peningkatan produksi, pengelolaan potensi sumur tua, hingga memperbesar peran pelaku usaha lokal.

Serah terima jabatan Kepala BPMA berlangsung di Kantor BPMA, Banda Aceh, Senin (10/8/2026). Momentum tersebut dihadiri sejumlah pemangku kepentingan sektor migas, mulai dari Pemerintah Aceh, BPH Migas, SKK Migas Sumbagut, KKKS wilayah kerja Aceh, hingga unsur akademisi dan dunia usaha.

RelatedPosts

Polda Aceh Bongkar Rantai Peredaran Etomidate, Pemasok Cartridge Vape Masuk DPO

Oknum Keuchik Diduga Jadi Kurir Jaringan Narkoba, Polda Aceh Sita 50 Ribu Ekstasi dan Etomidate

Harga Emas Bertahan Tinggi, Pembeli Harus Siapkan Hampir Rp8 Juta per Mayam

Dalam pidato perdananya sebagai Kepala BPMA, Mawardi Nur menegaskan bahwa kepemimpinan baru akan fokus membangun BPMA sebagai lembaga yang lebih profesional, cepat mengambil keputusan, serta berorientasi pada hasil.

Ia menekankan tidak boleh ada kepentingan kelompok dalam menjalankan tugas BPMA. Seluruh jajaran, kata dia, harus memiliki satu tujuan yakni memperkuat institusi dan memastikan pengelolaan migas memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh.

“Mulai hari ini, tidak ada lagi kelompok, tidak ada lagi sekat, dan tidak ada lagi kepentingan pribadi maupun golongan dalam BPMA. Yang ada adalah satu tujuan. Loyalitas kita adalah kepada institusi, amanah negara, dan kepentingan masyarakat Aceh,” ujar Mawardi.

Menurut Mawardi, perubahan budaya kerja menjadi salah satu langkah penting yang harus dilakukan agar BPMA mampu menghadapi tantangan industri hulu migas yang semakin dinamis.

“Budaya kerja yang lamban dan tidak berorientasi pada kinerja harus kita tinggalkan. Kita harus bekerja dengan integritas, kompetensi, disiplin, dan semangat memberikan pelayanan terbaik,” katanya.

Mawardi menyebut terdapat tiga agenda strategis yang akan menjadi fokus BPMA ke depan.

Pertama, meningkatkan lifting minyak dan gas bumi. Langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi produksi lapangan yang sudah berjalan, percepatan pengembangan lapangan baru, pemanfaatan teknologi, serta penguatan koordinasi dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).

Menurutnya, peningkatan lifting menjadi salah satu kunci untuk memperkuat kontribusi sektor migas terhadap ketahanan energi dan penerimaan negara.

Kedua, BPMA akan mendorong pengelolaan potensi sumur tua dan sumur masyarakat secara lebih optimal. Pengelolaan tersebut akan dilakukan sesuai aturan yang berlaku dengan tetap memperhatikan aspek keselamatan kerja, lingkungan, legalitas, dan kepastian hukum.

Ketiga, memperluas keterlibatan pengusaha lokal dan meningkatkan kapasitas sumber daya manusia Aceh agar mampu mengambil peran lebih besar dalam rantai bisnis industri hulu migas.

“Pengelolaan migas tidak hanya berbicara mengenai produksi dan lifting, tetapi juga bagaimana sektor ini memberikan ruang yang lebih luas bagi pengusaha lokal dan memperkuat sumber daya manusia Aceh,” kata Mawardi.

Ia menegaskan, BPMA juga siap membuka ruang investasi dan kerja sama dengan berbagai pihak. Menurutnya, Aceh harus menjadi wilayah yang memberikan kepastian bagi investor dengan tata kelola yang transparan dan profesional.

“Kita ingin mengirimkan pesan yang jelas bahwa Aceh adalah wilayah yang layak, aman, dan menarik untuk berinvestasi di sektor hulu migas,” ujarnya.

Sementara itu, Gubernur Aceh melalui Asisten II Sekda Aceh menyampaikan selamat kepada Mawardi Nur atas amanah baru tersebut. Pemerintah Aceh berharap kepemimpinan baru BPMA dapat melanjutkan berbagai capaian yang telah dibangun sebelumnya.

Pemerintah Aceh menilai sektor migas memiliki peran strategis, tidak hanya dalam aspek produksi energi, tetapi juga dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pengelolaan migas harus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan pengembangan Aceh, sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat,” ujar Gubernur Aceh melalui Asisten II.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat komunikasi dan koordinasi antara Pemerintah Aceh, BPMA, pemerintah pusat, SKK Migas, KKKS, serta seluruh mitra terkait.

Tags: BPMA Acehkepemimpinan baru BPMAMawardi Nur Kepala BPMAMigas Acehsektor hulu migas Acehsertijab Kepala BPMA
Previous Post

Cegah Risiko Keracunan, BGN Wajibkan Wadah MBG Tulis Batas Waktu Konsumsi

Related Posts

Menteri ESDM Perluas Wewenang Migas Hingga 200 Mil, Repnas: Saatnya Aceh Bangkit dan Mandiri

by Redaksi
1 November 2025
0

MASAKINI.CO – Berbagai kalangan menyambut hangat keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia memperluas kewenangan Pemerintah Aceh...

BPMA: Realisasi Produksi Migas 2025 di Aceh Capai 18.407 Barel per Hari

BPMA: Realisasi Produksi Migas 2025 di Aceh Capai 18.407 Barel per Hari

by Alfath Asmunda
7 Mei 2025
0

MASAKINI.CO - Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) menyebut realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) yang dicatatkan kontraktor kontrak kerja...

Wakil Ketua DPR Aceh Soroti Potensi Migas Aceh

by Riska Zulfira
11 Desember 2024
0

MASAKINI.CO - Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Aceh, Saifuddin Muhammad alias Yahfud, menyoroti besarnya potensi migas di Aceh...

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co