MASAKINI.CO – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda sembilan kecamatan di Kabupaten Aceh Besar. Dalam kejadian yang terjadi hampir bersamaan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Besar mencatat total luas lahan yang terbakar mencapai sekitar 16,87 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Aceh Besar, Ridwan Jamil, mengatakan kebakaran dipicu kondisi cuaca panas terik yang disertai angin kencang. Kondisi tersebut membuat api dengan cepat membesar dan merambat, terutama pada kawasan yang memiliki material kering seperti ilalang, ranting, serta vegetasi yang mudah terbakar.
“Cuaca panas dan hembusan angin membuat api cepat membesar dan menjalar. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran,” kata Ridwan Jamil, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan pendataan BPBD Aceh Besar, titik kebakaran tersebar di Kecamatan Montasik, Ingin Jaya, Kuta Malaka, Peukan Bada, Kota Jantho, Seulimum, Darul Imarah, Lembah Seulawah, dan Indrapuri.
Kebakaran terbesar terjadi di Kecamatan Lembah Seulawah, tepatnya kawasan Saree Aceh, dengan luas area terdampak mencapai sekitar 6,69 hektare. Selanjutnya, kebakaran di Desa Teubang Phui, Kecamatan Montasik, menghanguskan sekitar 5 hektare lahan pohon rumbia.
Selain itu, kebakaran juga terjadi di Kecamatan Seulimum dengan luas sekitar 3 hektare, Darul Imarah sekitar 1 hektare, serta sejumlah titik lainnya dengan luas mulai ratusan meter hingga setengah hektare.
Untuk mengendalikan kebakaran tersebut, BPBD Aceh Besar mengerahkan 10 unit armada pemadam kebakaran dengan melibatkan 35 personel dari sejumlah pos pemadam. Petugas melakukan pemadaman, pendinginan, serta upaya pengendalian agar api tidak meluas ke area lain.
“Petugas langsung melakukan pemadaman dan pendinginan di lokasi. Fokus utama adalah memutus penjalaran api agar tidak semakin meluas,” ujarnya.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, BPBD Aceh Besar mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati karena kondisi anomali cuaca berupa panas ekstrem dan angin kencang masih berpotensi terjadi.
Ridwan meminta warga tidak membuka lahan dengan cara membakar serta tidak membakar tumpukan sampah tanpa pengawasan, terutama di tengah kondisi lingkungan yang kering.
“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan dalam kondisi cuaca seperti sekarang. Pembakaran yang dilakukan secara sengaja juga dapat berimplikasi hukum,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat segera melapor apabila menemukan titik api agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
“Jika terjadi kebakaran di wilayah gampong, segera koordinasikan dengan aparat setempat seperti Babinsa maupun Bhabinkamtibmas. Masyarakat juga dapat menghubungi layanan darurat BPBD Aceh Besar di nomor 08116713113,” kata Ridwan.










Discussion about this post