MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Agustus 11, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

21 Tahun Damai Aceh, Muharram Minta Manfaat Perdamaian Ditunjukkan ke Rakyat

Ahmad Mufti by Ahmad Mufti
11 Agustus 2026
in Daerah
0

Bupati Aceh Besar, Syech Muharram dalam Rapat Persiapan Hari Damai Aceh di Ruang Rapat Setda Aceh, Senin (10/8/2026). | Foto: MC Aceh Besar

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Memasuki 21 tahun perdamaian Aceh, Bupati Aceh Besar H. Muharram Idris atau Syech Muharram meminta pemerintah tidak menjadikan peringatannya sebatas seremoni.

Ia mendorong capaian perdamaian ditampilkan secara nyata agar masyarakat dapat melihat manfaat yang diperoleh setelah konflik berakhir.

RelatedPosts

Illiza Minta Sekolah Tak Hanya Kejar Akademik, tapi Bentuk Kebiasaan Anak

Semarak HUT RI, Sekda Jalal Ikut Bersihkan dan Cat Kerb Jembatan Pango

Pemko Banda Aceh Akan Gelar Pangan Murah, 2.000 Paket Sembako Disiapkan untuk Warga

Menurut Muharram, peringatan 21 tahun perdamaian harus menjadi momentum untuk menjawab pertanyaan mendasar, apa yang berubah dan apa yang dirasakan masyarakat setelah Aceh hidup dalam kondisi damai selama lebih dari dua dekade.

“Jangan cuma perdamaian namanya saja, tetapi pencapaiannya tidak ada. Dengan adanya perdamaian apa hasilnya? Dengan adanya perdamaian apa untungnya bagi rakyat?” tegasnya, Selasa (11/8/2026).

Ia meminta materi peringatan, termasuk video yang akan ditampilkan, tidak hanya berisi program pembangunan pemerintah.

Menurutnya, materi tersebut perlu memperlihatkan capaian Aceh setelah kesepakatan perdamaian sehingga masyarakat dapat melihat hubungan antara perdamaian dan perubahan yang terjadi di daerah.

Muharram juga menilai peringatan tahun ini penting untuk memperkuat pemahaman generasi muda tentang sejarah perdamaian Aceh. Sebab, generasi yang lahir setelah konflik semakin banyak dan sebagian tidak mengalami langsung konflik maupun tsunami.

“Perdamaian itu lahir dengan pengorbanan ratusan ribu jiwa akibat tsunami. Karena adanya tsunami maka lahirlah perdamaian. Ini perlu kita ingat supaya anak-anak kita tahu kenapa harus berdamai dan bagaimana perdamaian itu terjadi,” katanya.

Ia mengusulkan sejumlah tokoh yang terlibat dalam proses perdamaian Aceh dihadirkan dalam rangkaian kegiatan. Nama yang disebut antara lain Jusuf Kalla, Hamid Awaluddin, Bakhtiar Abdullah, Nur Juli, Susilo Bambang Yudhoyono serta perwakilan Crisis Management Initiative (CMI).

Menurut Muharram, kehadiran para tokoh tersebut dapat membantu generasi muda memahami proses panjang yang melahirkan perdamaian Aceh.

“Perdamaian sudah 21 tahun. Itu sudah melahirkan anak yang dewasa. Mereka tidak tahu apa itu damai, tsunami pun mereka tidak tahu. Karena itu perlu edukasi berkelanjutan kepada masyarakat Aceh,” ujarnya.

Sementara itu, Asisten I Sekda Aceh Drs. Syakir, M.Si., meminta Ketua BRA Jamaluddin membangun komunikasi dengan perbankan, BUMN dan berbagai lembaga di Aceh untuk mendukung rangkaian kegiatan Hari Damai Aceh.

Syakir berharap kolaborasi lintas sektor dapat memperkuat pelaksanaan agenda peringatan, termasuk zikir dan doa bersama di Masjid Raya Baiturrahman.

Ketua BRA Jamaluddin turut memaparkan rencana rangkaian kegiatan dan meminta dukungan seluruh SKPA serta jajaran terkait.

Bagi Muharram, peringatan 21 tahun perdamaian seharusnya tidak berhenti pada mengenang masa lalu. Momentum tersebut harus digunakan untuk menunjukkan hasil perdamaian, memperkuat pemahaman sejarah dan memastikan manfaatnya terus dirasakan masyarakat Aceh.

Tags: Bupati Aceh BesarHari Damai Aceh ke 21Pemerintah Aceh Besar
Previous Post

Tim Ekspedisi Patriot UI Bidik Potensi Hayati Teluk Wondama untuk Produk Herbal hingga Kosmetik

Next Post

Karhutla Landa 9 Kecamatan di Aceh Besar, 16,87 Hektare Lahan Terbakar

Related Posts

Aceh Besar Siaga Darurat Kekeringan, Air Bersih dan Irigasi Mulai Disalurkan

by Aininadhirah
7 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kabupaten Aceh Besar mulai menyalurkan bantuan air bersih dan pasokan air untuk lahan pertanian setelah dampak musim...

Modal Gampong Berbuah Panen, Petani Lamgirek Raup Jutaan Rupiah dari Semangka Non Biji

by Ahmad Mufti
5 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Budidaya semangka non biji yang dikembangkan Kelompok Tani Blang Kulu, Gampong Lamgirek, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, mulai menunjukkan...

Kekeringan Aceh Besar Meluas, 2.125 Hektare Sawah Terdampak

by Riska Zulfira
5 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kekeringan mulai memberikan dampak nyata di Kabupaten Aceh Besar. Pemerintah daerah mencatat 2.125,69 hektare lahan persawahan di 19...

Next Post

Karhutla Landa 9 Kecamatan di Aceh Besar, 16,87 Hektare Lahan Terbakar

Harga Emas Naik Lagi Hari Ini 

Discussion about this post

CERITA

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

Kehilangan Kaki dan Suami, Asmiati Menyimpan Harapan untuk Kembali Berdiri

17 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co