MASAKINI.CO – Janji Menteri Agama Republik Indonesia Nasaruddin Umar kepada masyarakat Gampong Seunong, Kecamatan Meurah Dua, Kabupaten Pidie Jaya, mulai terealisasi. Delapan bulan setelah Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 5 Pidie Jaya hancur diterjang bencana hidrometeorologi, pembangunan gedung madrasah baru resmi dimulai..
Gedung baru MIN 5 Pidie Jaya nantinya dibangun dua lantai dengan konsep yang lebih lengkap dibandingkan bangunan sebelumnya. Desain pembangunan melibatkan tim dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala (USK) untuk menghadirkan kompleks pendidikan yang lebih representatif.
Tidak hanya ruang belajar, kompleks madrasah baru juga dirancang dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti masjid, rumah guru, laboratorium, perpustakaan, halaman, hingga kantin.
“Di situ ada masjidnya, ada perumahan gurunya, laboratorium, perpustakaan, halaman-halaman, dan kantinnya. Jadi lengkap dengan berbagai fasilitas yang dibutuhkan,” kata Nasaruddin.
Sebelumnya, bangunan MIN 5 Pidie Jaya rusak berat bahkan hanyut diterjang banjir hingga hanya menyisakan satu blok pagar beton. Kondisi tersebut membuat kegiatan belajar mengajar harus dipindahkan sementara ke Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) di belakang masjid.
Keterbatasan ruang belajar menjadi tantangan bagi siswa dan guru karena fasilitas yang digunakan belum sepenuhnya mendukung kegiatan pendidikan secara optimal.
Karena itu, Nasaruddin menilai pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya bukan hanya mengganti bangunan yang rusak, tetapi juga menghadirkan kembali ruang pendidikan yang layak bagi anak-anak terdampak bencana.
“Semoga secepatnya bisa menempati sekolah baru yang indah, yang kuat, yang berkah,” ujarnya.
Nasaruddin berharap pembangunan gedung tersebut dapat selesai kurang dari satu tahun agar siswa segera dapat kembali belajar di lingkungan sekolah yang lebih nyaman.
“Kalau bisa tidak sampai satu tahun. Uangnya sudah tersedia, jadi semakin cepat semakin baik supaya anak-anak kita nanti bisa menempati sekolah yang lebih memadai,” katanya.
Ia mengaku masih mengingat kondisi Aceh saat pertama kali melihat dampak bencana yang melanda sejumlah wilayah. Menurutnya, kondisi tersebut menjadi alasan kuat pemerintah untuk mempercepat pemulihan fasilitas pendidikan dan keagamaan.
“Hari ini saya datang memenuhi janji saya, janji pemerintah pada waktu itu bahwa insya Allah mudah-mudahan segera kita akan bangun,” ungkapnya.
Dalam proses pembangunan, sempat terdapat kendala terkait pengadaan lahan. Namun persoalan tersebut dapat diselesaikan melalui dukungan masyarakat dan pemerintah.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Aceh Azhari mengatakan pembangunan tahap awal gedung utama MIN 5 Pidie Jaya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp12,36 miliar.
Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan ruang kelas belajar (RKB), kantor, kantin, serta pengadaan mobiler dan perangkat komputer. Sementara fasilitas lain dalam kompleks madrasah akan dikembangkan secara bertahap.
Menurut Azhari, pembangunan kembali MIN 5 Pidie Jaya menjadi bagian dari perhatian Kementerian Agama terhadap fasilitas pendidikan dan keagamaan yang terdampak bencana di Aceh maupun wilayah Sumatera lainnya.
“Seluruh Aceh dan kita juga membangun di Sumatera Utara serta Sumatera Barat. Ada yang direnovasi, ada yang dibangun baru seperti ini,” ujar Nasaruddin.










Discussion about this post