MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Kamis, Agustus 13, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Penjualan Bendera Kemerdekaan di Banda Aceh Lesu, Pedagang Akui Omzet Turun

Riska Zulfira by Riska Zulfira
13 Agustus 2026
in News
0

Pedagang bendera di Jalan Mohammad Jam, Kampung Baru, Banda Aceh | Foto: Riska Zulfira/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, aktivitas pedagang bendera di Jalan Mohammad Jam, Kampung Baru, Banda Aceh sudah terlihat sejak awal Agustus. Namun, tingginya antusiasme masyarakat yang biasanya mendorong lonjakan penjualan belum sepenuhnya terasa tahun ini.

Salah seorang pedagang bendera, Rian, mengatakan daya beli masyarakat saat ini masih cenderung melemah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

RelatedPosts

Pemko Sabang Matangkan JAKLOM, Aplikasi Digital untuk Perkuat Ekosistem Pariwisata

Pohon Trembesi Tumbang di Badan Jalan Kuta Cot Glie, Tidak Ada Korban Jiwa

BFLF Hadirkan Sekolah Lansia, Ubah Masa Tua Jadi Lebih Aktif dan Berdaya

“Kalau untuk daya beli sekarang masih melemah. Belum ada peningkatan seperti tahun kemarin. Tahun lalu penjualan melonjak tinggi, tapi tahun ini lebih sepi,” ujar Rian saat ditemui di lapaknya, Kamis (13/8/2026).

Menurut Rian, salah satu faktor yang memengaruhi penurunan penjualan diduga karena banyak kantor maupun instansi masih menggunakan bendera dan atribut kemerdekaan dari tahun sebelumnya.

“Kalau kantor kemungkinan masih pakai bendera yang tahun kemarin, jadi tidak banyak beli lagi. Mungkin ada juga efisiensi anggaran, tapi kita tidak tahu pasti,” katanya.

Rian menyebut, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap omzet harian. Jika tahun lalu penjualannya mampu menembus lebih dari Rp10 juta per hari, tahun ini rata-rata omzet yang diperoleh sekitar Rp6 juta per hari.

Meski demikian, permintaan terhadap sejumlah atribut tertentu masih cukup tinggi. Produk yang paling banyak dicari pembeli di antaranya umbul-umbul, bendera rumah, dan background untuk kebutuhan perkantoran.

Beragam jenis atribut kemerdekaan tersedia di lapaknya, mulai dari bendera panjang, umbul-umbul, bandir, hingga bendera untuk perumahan, kendaraan motor dan mobil. Produk tersebut didatangkan dari Bandung.

Untuk harga, Rian menjual bendera dengan variasi harga mulai dari Rp25 ribu hingga Rp400 ribu, tergantung ukuran dan jenis produk.

“Kalau harga mulai dari Rp25 ribu sampai Rp400 ribu, tergantung ukurannya,” ujarnya.

Rian mulai membuka lapak sejak pukul 08.00 WIB hingga sekitar pukul 22.00 WIB setiap hari. Ia berharap penjualan kembali meningkat mendekati puncak perayaan kemerdekaan, sehingga dapat mengejar penurunan omzet yang terjadi tahun ini.

Tags: Daya Beli BenderaHUT ke 81 RIPedagang Bendera di Banda AcehPedagang Bendera Lesu
Previous Post

Kuta Baro Disiapkan Jadi Tuan Rumah MTQ Aceh Besar ke-XXXV 2026

Related Posts

No Content Available

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co