MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Agustus 14, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Mualem Ajak Warga Aceh Rawat Perdamaian, Bukan Sekadar Diperingati

Redaksi by Redaksi
14 Agustus 2026
in Daerah
0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan Rancangan Qanun Aceh tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRA, Rabu (22/7/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga dan merawat perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Imbauan tersebut disampaikan Mualem menjelang peringatan Hari Damai Aceh yang jatuh pada 15 Agustus 2026.

RelatedPosts

Banda Aceh Gelar Merdeka Walk pada 16 Agustus, Ribuan Peserta Ditargetkan Ikut

Pemkab Aceh Timur Dorong Program Nasional Lebih Tepat Sasaran di Daerah

Progres Pembangunan Banda Aceh Academy Capai 10 Persen, Pemko Pastikan Rampung Sesuai Target

Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), pesan tersebut juga disampaikan Gubernur melalui sebuah video yang ditujukan kepada masyarakat Aceh.

“Gubernur Mualem membuat video itu sebagai bentuk imbauan kepada masyarakat Aceh agar terus menjaga persatuan dan kesatuan untuk merawat perdamaian Aceh,” kata Ampon Man, Kamis (14/8/2026).

Ia mengatakan, momentum 21 tahun perdamaian Aceh harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga keamanan daerah.

Mualem juga mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi membangun Aceh yang bermartabat, adil, sejahtera dan damai.

“Memperkuat persaudaraan dan menjaga Aceh agar aman dan nyaman menjadi kunci kemajuan Aceh,” ujar Ampon Man.

Ampon Man menjelaskan, 15 Agustus merupakan momentum bersejarah bagi Aceh karena bertepatan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia.

Menurutnya, kesepakatan tersebut bukan hanya mengakhiri konflik bersenjata, tetapi juga menjadi titik awal bagi Aceh untuk menata masa depannya melalui jalur politik dan pembangunan.

“Kesepakatan adalah wujud dari kebesaran jiwa para pemimpin yang memilih berdamai untuk membangun Aceh. Di situ ada filosofinya, ada jiwa Aceh, bukan sekadar mengakhiri konflik,” katanya.

Ia menyebut, perdamaian juga membawa cita-cita untuk membangun Aceh yang lebih baik dan bermartabat sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Selama 21 tahun, sejumlah perubahan telah terjadi. Pembangunan Aceh berjalan dengan sistem politik baru, termasuk keberadaan lembaga Wali Nanggroe, partai politik lokal serta dana otonomi khusus.

Namun, perjalanan perdamaian tidak sepenuhnya berjalan tanpa dinamika. Hubungan politik antara pemerintah pusat dan Aceh maupun persoalan politik lokal turut mewarnai perjalanan tersebut.

“Itu semua pendewasaan bagi kita semua dalam meniti perdamaian,” ujar Ampon Man.

Ampon Man menilai tantangan Aceh saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan tradisi peringatan Hari Damai Aceh setiap tahun. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan nilai dan cita-cita perdamaian diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Namun bentuk konkret perdamaian itu sendiri yang perlu diwujudkan dengan sempurna,” katanya.

Salah satu hal yang kini menjadi perhatian adalah revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang masih ditunggu hasilnya.

Menurut Ampon Man, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah keberlanjutan perdamaian dan pembangunan Aceh ke depan.

“Apakah akan sesuai dengan cita-cita rakyat Aceh atau malah menyimpang dari itu,” ujarnya.

Karena itu, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali memperkuat persatuan, menjaga perdamaian dan memastikan cita-cita yang melahirkan kesepakatan Helsinki tetap menjadi arah pembangunan Aceh.

Tags: Hari Damai AcehMoU HelsinkiMuzakir ManafPemerintah AcehPerdamaian AcehUUPA
Previous Post

Harga Emas Perhiasan Banda Aceh Turun Rp80 Ribu per Mayam

Next Post

Bukan Hanya Bulan Maulid, Rabiul Awal Jadi Momentum Bercermin pada Diri

Related Posts

Pemerintah Aceh dan USK Kaji Olahan Pasir-Lumpur Bencana Jadi Bata Ringan

by Riska Zulfira
13 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Material lumpur dan pasir yang sebelumnya menjadi persoalan pascabencana hidrometeorologi di Aceh mulai diarahkan menjadi solusi pembangunan. Melalui...

Aceh Terima Dana Rp27 Miliar atas Pengakuan Capaian Penurunan Emisi 

by Ahmad Mufti
12 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mendapat dukungan pendanaan sekitar Rp27 miliar melalui skema Results-Based Payment (RBP) REDD+ sebagai pengakuan atas keberhasilan...

Bahasa Aceh Terancam Tergerus, Pemerintah Perkuat Pelestarian

by Ahmad Mufti
12 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memperkuat upaya pelestarian Bahasa Aceh, Aksara Aceh, dan Sastra Aceh di tengah menurunnya penggunaan bahasa lokal,...

Next Post

Bukan Hanya Bulan Maulid, Rabiul Awal Jadi Momentum Bercermin pada Diri

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co