MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Senin, September 28, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Mualem Ajak Warga Aceh Rawat Perdamaian, Bukan Sekadar Diperingati

Redaksi by Redaksi
14 Agustus 2026
in Daerah
0

Gubernur Aceh, Muzakir Manaf menyampaikan Rancangan Qanun Aceh tentang pertanggungjawaban pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) Tahun Anggaran 2025 dalam rapat paripurna DPRA, Rabu (22/7/2026). | Foto: Adpim Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem) mengajak seluruh masyarakat Aceh menjaga dan merawat perdamaian yang telah berlangsung selama 21 tahun agar dapat diwariskan kepada generasi berikutnya.

Imbauan tersebut disampaikan Mualem menjelang peringatan Hari Damai Aceh yang jatuh pada 15 Agustus 2026.

RelatedPosts

Aceh Raya Bawa Aspirasi Pemekaran ke Forum Nasional, Moratorium Masih Jadi Kendala

Aceh Bersiap Masuki Musim Hujan, Pemprov Perkuat Sinergi dengan BMKG

Irigasi Rusak di Lambarih Jurong Raya, Pemkab Aceh Besar Siapkan Penanganan

Menurut Juru Bicara Pemerintah Aceh Teuku Kamaruzzaman (Ampon Man), pesan tersebut juga disampaikan Gubernur melalui sebuah video yang ditujukan kepada masyarakat Aceh.

“Gubernur Mualem membuat video itu sebagai bentuk imbauan kepada masyarakat Aceh agar terus menjaga persatuan dan kesatuan untuk merawat perdamaian Aceh,” kata Ampon Man, Kamis (14/8/2026).

Ia mengatakan, momentum 21 tahun perdamaian Aceh harus menjadi pengingat bagi seluruh pihak untuk terus memperkuat persaudaraan dan menjaga keamanan daerah.

Mualem juga mengajak seluruh elemen masyarakat berkolaborasi membangun Aceh yang bermartabat, adil, sejahtera dan damai.

“Memperkuat persaudaraan dan menjaga Aceh agar aman dan nyaman menjadi kunci kemajuan Aceh,” ujar Ampon Man.

Ampon Man menjelaskan, 15 Agustus merupakan momentum bersejarah bagi Aceh karena bertepatan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Helsinki pada 15 Agustus 2005 antara Pemerintah Republik Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Helsinki, Finlandia.

Menurutnya, kesepakatan tersebut bukan hanya mengakhiri konflik bersenjata, tetapi juga menjadi titik awal bagi Aceh untuk menata masa depannya melalui jalur politik dan pembangunan.

“Kesepakatan adalah wujud dari kebesaran jiwa para pemimpin yang memilih berdamai untuk membangun Aceh. Di situ ada filosofinya, ada jiwa Aceh, bukan sekadar mengakhiri konflik,” katanya.

Ia menyebut, perdamaian juga membawa cita-cita untuk membangun Aceh yang lebih baik dan bermartabat sebagaimana dituangkan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh.

Selama 21 tahun, sejumlah perubahan telah terjadi. Pembangunan Aceh berjalan dengan sistem politik baru, termasuk keberadaan lembaga Wali Nanggroe, partai politik lokal serta dana otonomi khusus.

Namun, perjalanan perdamaian tidak sepenuhnya berjalan tanpa dinamika. Hubungan politik antara pemerintah pusat dan Aceh maupun persoalan politik lokal turut mewarnai perjalanan tersebut.

“Itu semua pendewasaan bagi kita semua dalam meniti perdamaian,” ujar Ampon Man.

Ampon Man menilai tantangan Aceh saat ini bukan lagi sekadar mempertahankan tradisi peringatan Hari Damai Aceh setiap tahun. Menurutnya, yang lebih penting adalah memastikan nilai dan cita-cita perdamaian diwujudkan dalam kebijakan yang benar-benar dirasakan masyarakat.

“Namun bentuk konkret perdamaian itu sendiri yang perlu diwujudkan dengan sempurna,” katanya.

Salah satu hal yang kini menjadi perhatian adalah revisi Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) yang masih ditunggu hasilnya.

Menurut Ampon Man, proses tersebut menjadi bagian penting dalam menentukan arah keberlanjutan perdamaian dan pembangunan Aceh ke depan.

“Apakah akan sesuai dengan cita-cita rakyat Aceh atau malah menyimpang dari itu,” ujarnya.

Karena itu, peringatan 21 tahun perdamaian Aceh diharapkan tidak berhenti sebagai seremoni tahunan, tetapi menjadi momentum untuk kembali memperkuat persatuan, menjaga perdamaian dan memastikan cita-cita yang melahirkan kesepakatan Helsinki tetap menjadi arah pembangunan Aceh.

Tags: Hari Damai AcehMoU HelsinkiMuzakir ManafPemerintah AcehPerdamaian AcehUUPA
Previous Post

Harga Emas Perhiasan Banda Aceh Turun Rp80 Ribu per Mayam

Next Post

Bukan Hanya Bulan Maulid, Rabiul Awal Jadi Momentum Bercermin pada Diri

Related Posts

Aceh Bersiap Masuki Musim Hujan, Pemprov Perkuat Sinergi dengan BMKG

by Redaksi
28 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh memperkuat sinergi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk menghadapi potensi bencana hidrometeorologi seiring Aceh...

Serapan Anggaran Bencana Aceh Capai Rp498,25 Miliar, Naik Rp41,16 Miliar Sepekan

by Redaksi
27 September 2026
0

MASAKINI.CO – Realisasi tambahan Transfer ke Daerah (TKD) Aceh untuk penanganan bencana hidrometeorologi mencapai Rp498,25 miliar atau 30,16 persen dari...

Pemerintah Kawal Revisi UUPA, Wagub Tekankan Kewenangan Aceh Tak Boleh Berkurang

by Ahmad Mufti
24 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh menyiapkan langkah pengawalan berkelanjutan terhadap revisi Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), setelah...

Next Post

Bukan Hanya Bulan Maulid, Rabiul Awal Jadi Momentum Bercermin pada Diri

Tiket Penyeberangan ke Pulau Weh Diperketat, Data KTP Penumpang Diverifikasi

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co