MASAKINI.CO – Lebih dari 5.000 mahasiswa baru UIN Ar-Raniry Banda Aceh menjalani pemeriksaan kesehatan sebagai bagian dari persiapan mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK). Pemeriksaan tersebut juga menjadi kesempatan bagi mahasiswa untuk memastikan layanan BPJS Kesehatan mereka dapat digunakan selama menjalani perkuliahan.
Pusat Layanan Kesehatan Klinik UIN Ar-Raniry menggelar health screening selama 8 hari mulai Selasa (18/8/2026). Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan awal mahasiswa sekaligus mendeteksi riwayat penyakit tertentu sebelum mereka mengikuti berbagai aktivitas kampus.
Kepala Pusat Layanan Kesehatan Klinik UIN Ar-Raniry, Hanipah, SKM., mengatakan pemeriksaan tersebut penting untuk mengetahui kondisi kesehatan mahasiswa sejak awal masuk perguruan tinggi.
“Health screening ini memang suatu kewajiban biar kita tahu siapa nanti yang ada sakit asma atau jantung. Nanti ada pita merah, jadi diusahakan penanganannya disesuaikan dibanding yang sehat,” ujar Hanipah.
Mahasiswa yang memiliki riwayat penyakit tertentu akan diberikan penanda berupa pita merah. Penanda tersebut menjadi perhatian bagi petugas agar aktivitas mahasiswa dapat disesuaikan dengan kondisi kesehatannya selama PBAK maupun kegiatan kemahasiswaan lainnya.
Selain pemeriksaan kesehatan, pihak klinik juga memfasilitasi mahasiswa yang ingin mengurus layanan BPJS Kesehatan. Petugas BPJS Kesehatan didatangkan langsung ke kampus setiap hari pukul 14.00 hingga 16.00 WIB untuk membantu mahasiswa yang mengalami kendala kartu JKN maupun ingin memindahkan fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP).
“Untuk yang kartu BPJS-nya belum aktif atau bermasalah, kami panggil orang kantor BPJS dari jam 2 sampai jam 4 sore. Faskes-nya kita bantu pindahkan ke tempat kita biar adik-adik ini kalau sakit selama kuliah tenang, tinggal masuk saja berobat,” jelasnya.
Pemeriksaan dilakukan secara bertahap dengan kapasitas lebih dari 600 mahasiswa setiap hari. Tiga ruang pemeriksaan disiapkan dengan rangkaian pemeriksaan berupa pengukuran berat dan tinggi badan, tes golongan darah oleh tenaga laboratorium, serta pemeriksaan fisik oleh dokter.
Layanan tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa baru. Mahasiswa tingkat atas juga dapat memanfaatkan layanan pemeriksaan kesehatan dan pemindahan FKTP dengan membawa KTP atau Kartu Tanda Mahasiswa (KTM).
Melalui pemeriksaan kesehatan dan kemudahan akses layanan BPJS tersebut, mahasiswa diharapkan memiliki data kondisi kesehatan sejak awal sekaligus lebih mudah mendapatkan layanan medis selama menjalani aktivitas perkuliahan di UIN Ar-Raniry.







Discussion about this post