MASAKINI.CO – Baitul Mal Aceh (BMA) menyalurkan bantuan modal usaha berbasis individu tahap kedua sebesar Rp7,92 miliar kepada 1.584 penerima manfaat, Rabu (19/8/2026).
Bantuan yang bersumber dari dana infak masyarakat tersebut merupakan bagian dari program pemberdayaan ekonomi untuk membantu penerima mengembangkan usaha sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga.
Dengan penyaluran tahap kedua ini, total bantuan modal usaha yang telah disalurkan BMA mencapai Rp32,155 miliar kepada 6.431 penerima. Sebelumnya, pada tahap pertama BMA menyalurkan Rp24,235 miliar kepada 4.847 penerima manfaat.
Dalam sambutan Ketua BMA Tgk. H. Muhammad Yunus yang dibacakan dalam kegiatan tersebut, penerima diingatkan agar menggunakan bantuan sesuai peruntukannya sebagai modal usaha karena dana tersebut merupakan amanah dari masyarakat.
“Keberhasilan Baitul Mal Aceh bukan hanya dilihat dari berapa banyak bantuan yang disalurkan, tetapi sejauh mana bantuan tersebut mampu mengubah kehidupan penerima manfaat,” demikian disampaikan Ketua Baitul Mal Aceh Tgk. H. Muhammad Yunus dalam sambutan yang diwakili karena berhalangan hadir.
BMA juga mengingatkan penerima agar tidak memberikan sebagian dana kepada pihak mana pun dengan alasan potongan, cashback, pungutan maupun bentuk imbalan lainnya. Masyarakat diminta melaporkan apabila terdapat pihak yang meminta bagian dari bantuan tersebut.
Program bantuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada penyaluran modal, tetapi dilanjutkan dengan pendampingan, peningkatan kapasitas, penguatan manajemen usaha dan pembukaan akses pasar.
Dengan dukungan tersebut, penerima manfaat diharapkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga, mengembangkan usaha secara berkelanjutan, serta secara bertahap menjadi masyarakat yang mandiri dan nantinya mampu memberikan manfaat bagi orang lain.








Discussion about this post