MASAKINI.CO – Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah meminta PT TASPEN (Persero) ikut memperkuat pengelolaan zakat di Aceh dengan menyalurkan kewajiban zakat melalui Baitul Mal Aceh.
Permintaan tersebut disampaikan Fadhlullah saat menghadiri penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara PT TASPEN (Persero) dan PT Bank Aceh Syariah tentang Stimulasi Pertumbuhan Dana Pensiun di Ballroom Hotel The Pade, Aceh Besar, Rabu (19/8/2026).
“Kami minta TASPEN juga menyalurkan zakatnya lewat Baitul Mal Aceh,” ujar Fadhlullah dalam sambutannya.
Menurutnya, pengelolaan zakat di Aceh memiliki kekhususan karena menjadi bagian dari pelaksanaan syariat Islam. Karena itu, ia berharap seluruh lembaga dan perusahaan yang beroperasi di Aceh dapat mendukung sistem pengelolaan zakat melalui lembaga resmi yang telah ditetapkan pemerintah Aceh.
“Sebagai daerah yang memiliki kekhususan dalam penerapan syariat Islam, pengelolaan zakat harus kita kuatkan bersama melalui lembaga yang memang memiliki kewenangan,” katanya.
Fadhlullah mengatakan, keterlibatan berbagai pihak dalam pengelolaan zakat akan memperbesar manfaat yang dapat dirasakan masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan melalui program-program pemberdayaan.
Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah juga menyebut dirinya memiliki hubungan kerja dengan TASPEN saat masih menjabat sebagai anggota DPR RI. Ia mengaku pernah terlibat dalam fungsi pengawasan terhadap kinerja lembaga tersebut.
“Saat masih di DPR RI, salah satu tugas saya juga mengawal dan mengawasi kinerja lembaga TASPEN,” ujarnya.
Sementara itu, Direktur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah Hendra Supardi menyampaikan bahwa kerja sama dengan PT TASPEN terus berjalan dalam mendukung layanan bagi para pensiunan di Aceh.
Hendra mengatakan, Bank Aceh Syariah telah memperpanjang kerja sama terkait layanan Tabungan Hari Tua (THT), pensiun, Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKM) pada Mei 2026. Dalam evaluasi tersebut, Bank Aceh memperoleh predikat sangat baik.
Hingga Agustus 2026, Bank Aceh dipercaya mengelola pembayaran pensiun dengan total nilai mencapai Rp157,4 miliar melalui empat Kantor Cabang Koordinator, yakni Banda Aceh, Lhokseumawe, Medan, dan Jakarta.
Selain layanan pembayaran pensiun, Bank Aceh juga terus mendorong pemberdayaan pensiunan melalui keterlibatan dalam kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Hendra menyebut, Bank Aceh berkomitmen menjaga kualitas layanan sekaligus memperluas manfaat kerja sama dengan TASPEN, termasuk melalui peningkatan kapasitas petugas layanan dan pendampingan bagi calon maupun penerima pensiun.
“Kerja sama ini tidak hanya sebatas layanan pembayaran, tetapi juga bagaimana memberikan nilai tambah bagi para pensiunan,” kata Hendra.









Discussion about this post