MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Jumat, Agustus 21, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Produk Kreatif Aceh Belum Mendunia, Promosi Jadi Tantangan Utama Pelaku Ekraf

Riska Zulfira by Riska Zulfira
21 Agustus 2026
in News
0

Kepala bidang pengembangan sumber daya pariwisata dan ekonomi kreatif Disbudpar Aceh, Ismail bersama Kepala pusat pengembangan SDM Ekraf Kementerian Ekraf, R. Adi Mukhtar Rivai | Foto: Riska Zulfira/ masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Produk ekonomi kreatif Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang, namun keterbatasan promosi masih menjadi kendala utama yang membuat banyak produk lokal belum mampu menembus pasar yang lebih luas.

Kepala Bidang Pengembangan Sumber Daya Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh, Ismail, mengatakan banyak produk kreatif Aceh yang sudah memiliki kualitas baik, tetapi belum dikenal secara luas karena strategi pemasaran yang masih terbatas.

RelatedPosts

Perkuat Industri Lokal, Bea Cukai Banda Aceh Beri Fasilitas Cukai untuk Produksi Parfum dan Hand Sanitizer

Banyak Mahasiswa Mulai Terindikasi Tekanan Darah Tinggi, Klinik UIN Ar-Raniry Ingatkan Pola Hidup Sehat

Tekan Inflasi, BI Aceh Perkuat Produksi Cabai Merah Lewat Pendampingan Petani di Aceh Barat

“Banyak pelaku atau talenta Aceh yang sudah berkembang dan sudah dikenal. Namun kita masih perlu scale up lagi, perlu promosi lagi. Banyak produk Aceh yang belum dikenal secara meluas, masih lokal, bahkan tingkat nasional masih sangat sedikit,” ujar Ismail, Kamis (19/8/2026).

Menurutnya, persoalan utama yang dihadapi pelaku ekonomi kreatif bukan hanya pada kemampuan menciptakan produk, tetapi juga bagaimana menghubungkan produk tersebut dengan pasar dan mengomersialkannya.

Karena itu, Pemerintah Aceh mendukung program pengembangan kapasitas pelaku ekraf melalui strategi Create, Connect, Commercialize yang digagas Kementerian Ekonomi Kreatif. Strategi tersebut dinilai tepat untuk membantu pelaku usaha mulai dari menciptakan produk, membangun jaringan pasar, hingga meningkatkan nilai jual.

Ismail menyebut Aceh memiliki potensi besar karena hampir seluruh 17 subsektor ekonomi kreatif berkembang di daerah ini, mulai dari kuliner, kriya, hingga produk berbasis budaya lokal.

“Aceh banyak produk kriya, banyak produk kuliner. Hampir semua subsektor ekonomi kreatif ada di Aceh. Tetapi persoalannya, produk-produk tersebut belum terpromosikan dengan baik,” katanya.

Selain promosi, pemerintah juga melihat masih ada tantangan dari sisi kualitas produk dan kemampuan pelaku usaha dalam mengemas serta menceritakan produknya kepada konsumen.

“Kita terus melakukan pelatihan dan pembinaan, terutama bagaimana mengemas produk dan meningkatkan kualitasnya. Kadang pelaku juga masih terbatas dalam menarasikan produk mereka, padahal itu penting untuk menarik pasar,” jelas Ismail.

Sementara itu, Kepala Pusat Pengembangan SDM Ekraf Kementerian Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, mengatakan banyak merek lokal Aceh yang sebenarnya memiliki potensi, tetapi masih terkendala dalam perluasan pasar.

“Brand-brand Aceh ini banyak dan keren-keren, tetapi masih berada di tingkat lokal. Tantangannya bagaimana menghubungkan produk itu dengan pasar yang lebih luas,” ujarnya.

Ia menjelaskan strategi Connect dapat dilakukan melalui penguatan cerita atau storytelling, sehingga produk tidak hanya dijual sebagai barang, tetapi juga memiliki nilai dan identitas yang kuat.

Selain itu, pelaku ekraf juga didorong melakukan komersialisasi dengan memperkuat merek, termasuk mendaftarkan kekayaan intelektual produk agar memiliki perlindungan dan nilai ekonomi.

Pemerintah Aceh berharap pendampingan yang dilakukan bersama Kementerian Ekonomi Kreatif dapat membantu pelaku ekraf meningkatkan daya saing, memperluas pasar, dan menjadikan ekonomi kreatif sebagai salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.

Tags: branding produkDisbudpar Acehekonomi kreatifekraf AcehKemenekrafPasar Globalpelaku kreatifProduk Lokalproduk unggulan AcehUMKM Aceh
Previous Post

Tuding FIFA Bela Messi, Pelatih dan Pemain Mesir Terancam Sanksi

Related Posts

Pembiayaan PNM untuk UMKM Aceh Tembus Rp1 Triliun

by Aininadhirah
19 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO - Pembiayaan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) untuk pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Aceh telah menembus lebih...

Warisan Budaya Aceh Didorong Jadi Aset Ekonomi, UIN Ar-Raniry Kembangkan Grand Design KIL

by Redaksi
5 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Tim Riset MORA Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh mendorong penguatan perlindungan Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) sebagai...

Amanah Gandeng Kemenekraf Siapkan Aceh Creative Hub untuk Dorong Talenta Kreatif

by Aininadhirah
24 Juli 2026
0

MASAKINI.CO – Aneuk Muda Aceh Unggul dan Hebat (Amanah) menjajaki kolaborasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) untuk membentuk Aceh Creative...

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co