MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 6, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Aceh Diminta Berhenti Jual Komoditas Mentah, Hilirisasi Jadi Arah Baru Ekonomi

Redaksi by Redaksi
6 Oktober 2026
in News
0

Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik | Foto: Humas Pemerintah Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mendorong perubahan pola pembangunan ekonomi dari penjualan komoditas mentah menuju hilirisasi dan industrialisasi. Langkah ini dinilai penting agar kekayaan sumber daya Aceh tidak hanya keluar sebagai bahan baku, tetapi menghasilkan nilai tambah dan lapangan kerja di daerah.

Plt Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, mengatakan Aceh memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, kelautan, energi hingga pariwisata. Namun, potensi tersebut harus diolah lebih lanjut agar manfaat ekonominya dapat dirasakan masyarakat Aceh.

RelatedPosts

Kejari Banda Aceh Tahan Oknum Dosen dalam Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh

Harga Emas Perhiasan Turun Rp20 Ribu Setelah Lima Hari Bertahan

UIN Ar-Raniry Wisuda 1.618 Lulusan, 11 di Antaranya Mahasiswa Asal Malaysia

“Jangan sampai sumber daya Aceh keluar dalam bentuk bahan mentah, sementara nilai tambah dan lapangan kerja tercipta di daerah lain,” kata Taufik dalam Aceh Economic Development Forum (AEDF) 2026 di Hermes Hotel Banda Aceh, Selasa (6/10/2026).

Menurut Taufik, komoditas pertanian, perkebunan, perikanan, energi dan sumber daya lainnya perlu semakin banyak diproses di Aceh. Dengan begitu, rantai ekonomi dari produksi hingga pengolahan dapat menciptakan nilai tambah dan membuka lebih banyak kesempatan kerja.

Ia berharap AEDF tidak berhenti sebagai forum pertukaran gagasan. Forum tersebut diharapkan menghasilkan peta jalan yang jelas, peluang investasi, kepastian regulasi, kemudahan perizinan, kesiapan infrastruktur serta kolaborasi pemerintah, dunia usaha, perguruan tinggi, perbankan dan masyarakat.

Direktur Utama PT PEMA Perseroda, Faisal Ilyas, mengatakan besarnya sumber daya Aceh belum sepenuhnya berbanding dengan nilai tambah yang diterima daerah.

“Kita punya laut yang luas, namun nilai tambah laut kita dinikmati orang luar Aceh. Kita memiliki komoditas pertanian dan perkebunan, tetapi yang kita jual barang mentah,” ujar Faisal.

Menurutnya, investasi dan industrialisasi menjadi bagian penting untuk mengubah potensi tersebut menjadi kekuatan ekonomi daerah.

“Lewat forum ini kita akan membuat roadmap apa yang akan kita lakukan 10 hingga 20 tahun ke depan,” katanya.

Faisal mengatakan PEMA memiliki peran sebagai instrumen ekonomi daerah. Hingga saat ini, perusahaan tersebut secara akumulatif telah menyetorkan dividen sebesar Rp128 miliar kepada Pemerintah Aceh.

Ke depan, PEMA ingin meningkatkan kontribusinya terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Aceh, terutama di tengah kondisi fiskal daerah dan berkurangnya transfer dari pemerintah pusat.

Enam Kerja Sama Dibawa ke Tahap Investasi

AEDF 2026 juga ditandai dengan penandatanganan sejumlah kerja sama yang berkaitan dengan investasi dan pengembangan industri di Aceh.

PEMA menandatangani kerja sama dengan Tigallapan Investama untuk melakukan joint study pengembangan energi terbarukan.

Kerja sama lainnya dilakukan dengan Kedah Agro Ausin Berhad yang mencakup pengembangan agroindustri, perdagangan, agrowisata, logistik, teknologi, peternakan dan sumber daya manusia.

PEMA juga menjalin kerja sama dengan Citaglobal untuk joint study pengembangan energi dan bahan bakar berkelanjutan.

Selanjutnya, kerja sama dengan PT Banda Sentra Nasional (BSNS) diarahkan pada pembangunan infrastruktur telekomunikasi di Aceh.

Sementara dengan PT Indo Surya Galvalume (ISG) dilakukan penandatanganan MoU sekaligus soft launching pabrik baja ringan serta tenant hebel dan bata precast.

Rangkaian kerja sama tersebut menjadi bagian dari upaya mendorong investasi yang tidak hanya mengeksploitasi sumber daya Aceh, tetapi juga mengembangkan proses pengolahan dan industri di daerah.

Dengan hilirisasi, Pemerintah Aceh berharap sumber daya yang selama ini banyak dipasarkan dalam bentuk komoditas mentah dapat menghasilkan nilai tambah, memperluas lapangan kerja dan meningkatkan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

Tags: AEDF 2026ekonomi acehHilirisasi AcehIndustrialisasi AcehInvestasi AcehPEMAPemerintah Aceh
Previous Post

Kejari Banda Aceh Tahan Oknum Dosen dalam Kasus Dugaan Korupsi Beasiswa Aceh

Related Posts

Meuseuraya Festival 2026 Kembali Hadir, Wastra Indatu Jadi Daya Tarik

by Riska Zulfira
6 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Meuseuraya Festival kembali digelar di Banda Aceh pada 22–25 Oktober 2026 mendatang. Tahun ini, festival yang mengangkat produk...

Irigasi Seunong Rusak, Warga Pidie Jaya Harus Gotong Royong Jaga Aliran Air

by Ahmad Mufti
5 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Kerusakan Daerah Irigasi (D.I.) Seunong di Kecamatan Meurah Dua, Pidie Jaya, membuat masyarakat harus bergotong royong secara swadaya...

HUT ke-81 TNI di Aceh Digelar Sederhana, Prajurit Masih Tangani Pascabencana

by Redaksi
5 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Peringatan HUT ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di Aceh digelar sederhana di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh, Senin...

Discussion about this post

CERITA

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co