MASAKINI.CO – Ratusan mahasiswa dan masyarakat sipil berkumpul di Simpang Empat Gramedia, Yogyakarta, menyampaikan kritik terhadap pemerintahan Prabowo-Gibran dan berbagai persoalan yang mereka anggap belum diselesaikan negara, Selasa (1/9/2026).

Massa membawa sejumlah tuntutan, mulai dari pengusutan kematian Bambang Setiawan, hingga pengungkapan temuan tim pencari fakta dan kasus kekerasan terhadap peserta aksi.

Mereka juga menyoroti penanganan bencana di Aceh dan wilayah Sumatra, gempa di Nusa Tenggara Timur, serta kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan. Isu tersebut menjadi bagian dari kritik terhadap cara pemerintah menentukan prioritas dalam menangani persoalan masyarakat.

Persoalan anggaran juga menjadi sorotan. Massa mengkritik besarnya anggaran pertahanan dibandingkan kebutuhan kesejahteraan, termasuk pendidikan dan guru, serta mempertanyakan sejumlah program pemerintah seperti Makan Bergizi Gratis dan Koperasi Desa Merah Putih.

Sejak sore, demonstran memenuhi badan jalan dengan membawa poster dan spanduk, menyampaikan orasi, serta melakukan aksi teatrikal. Simpang Gramedia dipilih sebagai titik aksi karena merupakan salah satu ruang publik yang ramai dilalui masyarakat.

Menjelang malam, suasana berubah ketika kelompok yang mengaku sebagai warga meminta massa membubarkan diri karena penutupan jalan mengganggu aktivitas dan menyebabkan kemacetan. Perdebatan kemudian berkembang menjadi saling dorong dan kericuhan.

Sejumlah mahasiswa terluka dan mendapat perawatan setelah bentrokan tersebut. Setelah sekitar enam setengah jam, massa akhirnya membubarkan diri dan lalu lintas kembali berjalan, meninggalkan persimpangan yang kembali seperti biasa.








Discussion about this post