MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, Oktober 20, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Daerah

Pemko Banda Aceh Perkuat Ekosistem Talenta Digital, BAA dan GSIH Jadi Fokus

Redaksi by Redaksi
5 September 2026
in Daerah
0

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bertemu dengan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) RI Nezar Patria di Balai Kota Banda Aceh, Jumat, 4 September 2026. | Foto: Diskominfotik Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat pengembangan talenta dan inovasi digital daerah melalui Banda Aceh Academy (BAA) dan Garuda Spark Innovation Hub (GSIH).

Penguatan tersebut dibahas dalam pertemuan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal dengan Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamen Komdigi) RI Nezar Patria di Balai Kota Banda Aceh, Jumat (4/9/2026).

RelatedPosts

Wagub Targetkan Pembangunan Huntap Tuntas 2027

Mualem Ajak Mahasiswa Kritis dan Terlibat dalam Pembangunan Aceh

663 Peserta dari 23 Kecamatan Ikuti MTQ ke-35 Aceh Besar di Kuta Baro

Pertemuan itu tidak hanya membahas pemanfaatan teknologi, tetapi juga bagaimana talenta lokal dikembangkan agar mampu menghasilkan inovasi dan membuka peluang ekonomi.

Melalui BAA, Pemko Banda Aceh menyiapkan skema pengembangan talenta secara berkelanjutan, mulai dari rekrutmen, seleksi dan pemetaan, pelatihan, sertifikasi, pembangunan portofolio hingga inkubasi dan penempatan.

Talenta yang dikembangkan juga akan dipantau melalui database alumni dan evaluasi. Dengan skema tersebut, peserta tidak berhenti pada pelatihan, tetapi diarahkan memiliki kompetensi terukur, sertifikasi, pengalaman, serta akses ke dunia kerja maupun peluang usaha.

Pengembangan itu kemudian diperkuat melalui GSIH yang diluncurkan Kementerian Komunikasi dan Digital pada 26 Agustus 2026. Banda Aceh menjadi salah satu dari 10 kota mitra nasional dalam program tersebut.

GSIH membuka ruang kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, komunitas, startup, talenta digital dan industri. Di Banda Aceh, program itu diarahkan untuk menghubungkan potensi lokal dengan kebutuhan teknologi dan inovasi yang lebih luas.

Arah tersebut telah terlihat melalui Sistem Informasi Pemerintahan Gampong Mulia (SIPGAM), yang dikembangkan talenta digital lokal dan sempat ditinjau Nezar Patria saat mengunjungi Gampong Mulia sehari sebelum pertemuan di Balai Kota.

SIPGAM mengintegrasikan sejumlah layanan pemerintahan, antara lain administrasi kependudukan, persuratan digital dengan tanda tangan elektronik tersertifikasi, serta pelaporan kedaruratan melalui platform digital.

Keberadaan SIPGAM menunjukkan bahwa solusi teknologi untuk pemerintahan juga dapat dikembangkan dari daerah berdasarkan kebutuhan masyarakat setempat.

Penguatan BAA dan GSIH selanjutnya diarahkan agar model tersebut dapat diperluas. Talenta lokal tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi didorong menghasilkan produk, inovasi dan solusi yang dapat digunakan pemerintah maupun masyarakat.

Ekosistem ini juga berpotensi mempertemukan talenta dengan startup, pelaku UMKM dan industri. Pengembangan ide, pembuatan prototipe, pendampingan hingga akses pasar menjadi bagian dari rantai pengembangan yang ingin dibangun.

Bagi Pemko Banda Aceh, pengembangan talenta digital juga berkaitan dengan penguatan ekonomi daerah. Teknologi diharapkan dapat membantu UMKM memperluas pemasaran, memperkuat pengelolaan usaha dan membuka akses pasar yang lebih luas.

Dengan pendekatan tersebut, transformasi digital Banda Aceh diarahkan tidak sekadar pada penambahan aplikasi atau infrastruktur, tetapi pada kemampuan daerah melahirkan sumber daya manusia dan inovasi yang menghasilkan manfaat ekonomi maupun solusi bagi kebutuhan publik.

Tags: BAABanda AcehGSIHInovasiPemerintah Banda AcehTalenta DigitalTransformasi Digital
Previous Post

Terseret Arus Saat Berenang di Krueng Aceh, Pria Asal Keudah Ditemukan Tewas

Next Post

Kemenhub Luruskan Isu Tiket Pesawat Naik,  Ini Penjelasan Soal Fuel Surcharge

Related Posts

Harga Material Turun, Usaha Pemilahan Sampah di Gampong Jawa Tetap Bertahan

by Redaksi
18 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO - Penurunan harga material bekas tidak menyurutkan usaha pemilahan sampah di Gampong Jawa, Banda Aceh. Warga setempat tetap menjalankan...

Kualitas Udara Banda Aceh Memburuk, Pemko Siapkan Sekolah Daring dan Puskesmas 24 Jam

by Riska Zulfira
17 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla)....

Banda Aceh Kelola 58 Aplikasi untuk Perkuat Keterbukaan Informasi Publik

by Redaksi
14 Oktober 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh mengelola 58 aplikasi untuk mendukung keterbukaan informasi publik dan pelayanan pemerintahan. Dari jumlah tersebut,...

Next Post

Kemenhub Luruskan Isu Tiket Pesawat Naik,  Ini Penjelasan Soal Fuel Surcharge

Gunung Anak Krakatau Erupsi, Status Siaga dan Jejak Sejarah Letusan Besarnya

Discussion about this post

CERITA

Kisah Abdul Majid, 21 Tahun Menyambung Alas Kaki demi Menghidupi Keluarga

14 Oktober 2026

PFI Malang Rekam Cerita di Balik Pangan Lewat Pameran Foto

25 September 2026

Dari Teras Rumah, Nova Mengubah Hobi Memotret Makanan Jadi Profesi

16 September 2026

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co