MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Selasa, September 15, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Headline

Sampah Plastik Disulap Jadi Produk Bernilai Ekonomi di Banda Aceh

Aininadhirah by Aininadhirah
1 September 2026
in Headline
0

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal melihat langsung proses pengolahan sampah menjadi produk bernilai ekonomi di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Senin (31/8/2026) | Foto: Diskominfotik Banda Aceh

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Sampah plastik yang selama ini dianggap sebagai limbah ternyata dapat diolah menjadi sumber pendapatan sekaligus memberikan manfaat bagi lingkungan. Hal itu terlihat dari aktivitas pengelolaan sampah di KamiKita Community Center, Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh.

Di lokasi tersebut, botol plastik dan berbagai limbah rumah tangga tidak langsung berakhir di tempat pembuangan. Sampah dipilah dan diolah menjadi sejumlah produk, mulai dari kompos, media tanam, hingga kerajinan berbahan plastik.

RelatedPosts

Debit Mata Ie Menurun, Pelayanan Air Bersih Sejumlah Pelanggan Aceh Besar Terdampak

Nyaris Tersingkir dari Leeds, Xabi Alonso Akui Salah Pilih Starter Chelsea

Seksi Padang Tiji-Seulimeum Tol Sibanceh Ditutup Sementara untuk Uji Kelayakan Operasi

Wali Kota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, melihat langsung proses tersebut saat membuka Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Peluang Kolaborasi Literasi Keuangan dan Ekonomi Hijau Ramah Iklim” di KamiKita Community Center, Senin (31/8/2026).

Illiza meninjau sejumlah tahapan pengolahan limbah, mulai dari penggilingan manual, produksi kompos dari limbah rumah tangga, hingga pemanfaatan tutup botol plastik menjadi berbagai produk seperti gantungan kunci, tutup gelas, dan kursi. Serabut kelapa juga dimanfaatkan menjadi cocofiber yang dapat digunakan untuk tanaman.

Salah satu produk yang menarik perhatian yakni gantungan kunci berbentuk gajah. Produk tersebut tidak hanya memiliki nilai jual, tetapi juga membawa misi sosial karena dana yang diperoleh akan didonasikan untuk mendukung kegiatan pengajaran gajah yang dilakukan sebuah lembaga swadaya masyarakat di Aceh Besar dan wilayah Aceh lainnya.

“Kami mendukung penuh kegiatan usaha mandiri seperti ini. Ini bukan hanya soal lingkungan, tapi juga ekonomi. Dari sampah bisa jadi peluang ekonomi besar,” ujar Illiza.

Menurutnya, pengelolaan sampah berbasis masyarakat dapat menjadi bagian dari upaya membangun ekonomi hijau di Banda Aceh. Pemerintah, kata Illiza, perlu membuka ruang kolaborasi dengan komunitas yang telah mengembangkan pengolahan limbah menggunakan teknologi tepat guna.

Ia juga mengajak masyarakat mulai mengurangi produksi sampah dari rumah serta meningkatkan kesadaran untuk memilah dan memanfaatkan kembali limbah yang masih memiliki nilai guna.

“Standar bagi investor saat ini adalah bagaimana sebuah bisnis menjaga kelestarian ekosistem. Program daur ulang seperti ini penting agar siklus material terus berputar dan tidak mencemari lingkungan,” tegasnya.

KamiKita sendiri mengembangkan gerakan lingkungan melalui edukasi masyarakat dan pengelolaan sampah berkelanjutan. Salah satu programnya adalah sistem barter “Sampahmu Rezekiku”, yang memungkinkan masyarakat menukarkan botol plastik dan sampah daur ulang dengan kompos, media tanam, maupun bibit tanaman.

Program tersebut menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak harus berhenti pada persoalan kebersihan. Jika dikelola secara kreatif, limbah dapat masuk kembali ke dalam siklus ekonomi sekaligus memberi manfaat bagi masyarakat dan lingkungan.

Tags: daur ulang sampahEkonomi HijauKamiKitaPemerintah Banda AcehSampah Plastik
Previous Post

Kejati Aceh Tangkap 8 DPO Sepanjang 2026, 43 Orang Masih Diburu

Next Post

Maju Ketum PB PDHI, Mirjawal Ingin Organisasi Lebih Dirasakan Masyarakat

Related Posts

Pemko Banda Aceh Beri Keringanan dan Penghapusan Sanksi Administratif Pajak Bumi dan Bangunan 

by Aininadhirah
14 September 2026
0

MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh memberikan pengurangan pokok dan pembebasan sanksi administratif Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan...

Wamenpar Kunjungi PLTD Apung, Illiza Ceritakan Sejarah Kapal yang Terseret Tsunami

by Redaksi
14 September 2026
0

MASAKINI.CO – Wakil Menteri Pariwisata RI Ni Luh Puspa mengunjungi Museum Kapal PLTD Apung di Gampong Punge Blang Cut, Banda...

Banda Aceh Raih Silver Award IMT-GT Green City untuk Pengelolaan Sampah

by Redaksi
10 September 2026
0

MASAKINI.CO – Kota Banda Aceh meraih Silver Award dalam ajang 1st IMT-GT Green City Award kategori Solid Waste Management atau...

Next Post
Maju Ketum PB PDHI, Mirjawal Ingin Organisasi Lebih Dirasakan Masyarakat

Maju Ketum PB PDHI, Mirjawal Ingin Organisasi Lebih Dirasakan Masyarakat

Dekranasda Aceh Dorong Aceh Utara Kembangkan Batik Bermotif Khas Daerah

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co