MASAKINI.CO – Pemerintah Kota Banda Aceh merelokasi sementara para pedagang sirih (ranup) dari kawasan Masjid Raya Baiturrahman ke area depan Mal Pelayanan Publik (MPP), Senin (24/8/2026).
Relokasi dilakukan sebagai bagian dari penataan kawasan Masjid Raya Baiturrahman agar lebih tertib, nyaman bagi jamaah, sekaligus mendukung kelancaran lalu lintas di sekitar pusat kota.
Proses pemindahan pedagang dilakukan oleh Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (Diskopukmdag) Banda Aceh bersama Satpol PP-WH, Dinas Pekerjaan Umum (PU), dan Dinas Pemadam Kebakaran. Penertiban berlangsung lancar dengan pendekatan humanis terhadap para pedagang.
Sekretaris Daerah Kota Banda Aceh, Jalaluddin, mengatakan relokasi tersebut tidak semata-mata untuk menata kawasan, tetapi juga mempertimbangkan keberlangsungan usaha pedagang ranup yang selama ini menjadi bagian dari aktivitas ekonomi lokal.
“Kami ingin kawasan Masjid Raya Baiturrahman semakin rapi, tertib, dan nyaman bagi para jamaah. Selain itu, kelancaran lalu lintas di sekitar kawasan juga menjadi perhatian utama kami,” ujar Jalaluddin.
Menurutnya, lokasi baru di depan MPP diharapkan menjadi solusi bagi pemerintah maupun pedagang. Penataan kawasan ibadah tetap berjalan, sementara pedagang masih memiliki ruang untuk melanjutkan aktivitas usaha.
Kepala Diskopukmdag Banda Aceh, Bukhari Sufi, mengajak masyarakat tetap mendukung pedagang ranup dengan berbelanja di lokasi relokasi yang telah disiapkan pemerintah.
“Pemerintah kota berkomitmen untuk terus memantau kondisi di lokasi baru dan akan mengevaluasi kebijakan ini secara berkala guna memastikan manfaatnya dirasakan oleh seluruh pihak, baik pedagang, jamaah MRB, maupun pengguna jalan,” kata Bukhari.
Pemko Banda Aceh selanjutnya akan mengevaluasi pelaksanaan relokasi untuk memastikan lokasi baru dapat mendukung aktivitas pedagang sekaligus mewujudkan kawasan Masjid Raya Baiturrahman yang lebih tertib dan nyaman.










Discussion about this post