MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 5, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Grand Design KIL Perkuat Hilirisasi Motif Aceh Menuju Kekayaan Intelektual Komunal

Riska Zulfira by Riska Zulfira
23 Agustus 2026
in News
0

Tim Peneliti Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal (KIL) melakukan audiensi dengan Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal bersama jajaran Pemerintah Kota Banda Aceh. | Foto: dok untuk masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Kekayaan budaya Aceh dinilai memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi baru. Melalui riset Grand Design Kekayaan Intelektual Lokal (KIL), tim peneliti mendorong agar motif, ornamen, dan pengetahuan tradisional Aceh tidak hanya didokumentasikan, tetapi juga dilindungi dan dikembangkan menjadi produk bernilai ekonomi bagi masyarakat.

Tim Peneliti Grand Design KIL melakukan pertemuan dengan Pemerintah Banda Aceh. Pertemuan tersebut menjadi ruang untuk memaparkan hasil penelitian sekaligus menyelaraskan model hilirisasi KIL dengan berbagai program pelestarian budaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh.

RelatedPosts

Terseret Arus Saat Berenang di Krueng Aceh, Pria Asal Keudah Ditemukan Tewas

Kemenag Salurkan Rp11,6 Miliar untuk Pulihkan 306 Masjid dan Musala Terdampak Bencana di Aceh

Harga Emas Perhiasan Stabil, Antam Justru Naik Rp31 Ribu

Ketua Tim Peneliti, Prof. Dr. Inayatillah, mengatakan riset tersebut tidak hanya berfokus pada upaya menjaga warisan budaya, tetapi juga bagaimana kekayaan intelektual masyarakat Aceh dapat memberikan manfaat ekonomi melalui pengembangan yang terarah.

Menurutnya, berbagai pengetahuan tradisional, motif, ornamen, hingga ekspresi budaya Aceh memiliki nilai strategis untuk dilindungi melalui skema Kekayaan Intelektual Komunal (KIK), kemudian dikembangkan menjadi bagian dari inovasi ekonomi kreatif.

“Riset ini diharapkan dapat bersinergi dengan apa yang sudah diinisiasi Pemerintah Kota Banda Aceh, khususnya dalam mendorong pelindungan motif dan ornamen Aceh melalui Kekayaan Intelektual Komunal sekaligus mengembangkan potensi hilirisasinya,” ujar Prof. Inayatillah, Sabtu (22/8/2026).

Ia menjelaskan, tantangan ke depan bukan hanya bagaimana mendata dan mendaftarkan kekayaan budaya tersebut, tetapi juga membangun sistem yang memastikan kekayaan budaya tetap terlindungi sekaligus mampu memberikan manfaat kepada komunitas yang menjadi pemilik dan penjaga pengetahuan tersebut.

Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyambut baik hasil riset tersebut. Ia menyebut gagasan dalam Grand Design KIL memiliki keterkaitan dengan sejumlah program yang telah berjalan bersama Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas).

Salah satu langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Banda Aceh adalah mendokumentasikan berbagai motif Aceh yang bersumber dari warisan budaya dan sejarah, seperti motif batu nisan, rumoh Aceh, tirai kasab Aceh, hingga perhiasan tradisional.

Namun, dokumentasi tersebut tidak berhenti pada pencatatan. Motif-motif tersebut mulai dikembangkan menjadi pola yang dapat dimanfaatkan oleh pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Pemerintah Kota Banda Aceh juga telah memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM agar mampu memahami dan menggunakan motif-motif tersebut sebagai bagian dari pengembangan produk kreatif.

Selain pengembangan produk, Pemko Banda Aceh juga berencana mendorong pelindungan berbagai ornamen dan motif tersebut melalui pendaftaran Kekayaan Intelektual (KI).

Langkah tersebut menjadi fondasi awal dalam menjaga agar kekayaan budaya Aceh tidak hanya dikenal, tetapi juga memiliki kepastian perlindungan dan peluang ekonomi.

Prof. Inayatillah mengatakan, Grand Design KIL hadir untuk memperkuat berbagai inisiatif yang sudah dilakukan pemerintah daerah dengan membangun ekosistem hilirisasi yang lebih sistematis.

Menurutnya, model yang dikembangkan dalam penelitian mencakup sejumlah aspek penting, mulai dari penyusunan rekomendasi kebijakan (policy brief), model kelembagaan, tata kelola pemanfaatan KIL, keterlibatan industri, hingga mekanisme pembagian manfaat (royalty sharing).

Dengan konsep tersebut, pelindungan Kekayaan Intelektual Komunal tidak berhenti pada proses pendaftaran, tetapi dilanjutkan dengan pengembangan produk, standardisasi, promosi, pemasaran, hingga penciptaan nilai ekonomi.

“Poin utama dari riset ini adalah membangun sinergisitas antara akademisi, Pemerintah Kota Banda Aceh, dinas terkait, komunitas, pelaku UMKM, dan pihak industri dalam melindungi pengetahuan masyarakat Aceh masa lalu melalui KIK sekaligus mengembangkan potensi tersebut melalui hilirisasi,” jelasnya.

Tags: Banda Aceh Heritageekonomi kreatifIlliza Sa'aduddin Djamalkekayaan budayaKIKKIL AcehMotif AcehPemerintah Banda AcehUMKM Aceh
Previous Post

Duta GenRe Banda Aceh Didorong Jadi Mitra Pemerintah Suarakan Aspirasi Anak Muda

Next Post

Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing untuk Dukung Pemadaman Karhutla

Related Posts

Pemko Banda Aceh Perkuat Ekosistem Talenta Digital, BAA dan GSIH Jadi Fokus

by Redaksi
5 September 2026
0

MASAKINI.CO - Pemerintah Kota Banda Aceh memperkuat pengembangan talenta dan inovasi digital daerah melalui Banda Aceh Academy (BAA) dan Garuda...

Illiza Serap Aspirasi Kepala Sekolah, Kekurangan Guru hingga Mitigasi Bencana Jadi Perhatian

by Redaksi
2 September 2026
0

MASAKINI.CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menyerap langsung berbagai persoalan pendidikan dari para kepala sekolah jenjang PAUD,...

Illiza Tegaskan Perubahan APBK Banda Aceh Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

by Redaksi
2 September 2026
0

MASAKINI,CO – Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa’aduddin Djamal menegaskan perubahan kebijakan anggaran Pemerintah Kota Banda Aceh tidak hanya sebatas...

Next Post

Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing untuk Dukung Pemadaman Karhutla

Anak Korban Bullying Dinilai Rentan Jadi Sasaran Pelaku, Orang Tua Diminta Lebih Peka

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co