MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Minggu, Agustus 23, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home News

Anak Korban Bullying Dinilai Rentan Jadi Sasaran Pelaku, Orang Tua Diminta Lebih Peka

Aininadhirah by Aininadhirah
23 Agustus 2026
in News
0

Aksi penolakan LGBT yang digelar di CFD, Minggu (23/8/2026) | Foto : Aininadhirah/masakini.co

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Anak yang sering mengalami perundungan dan merasa tidak mendapat perhatian dari lingkungan terdekat dinilai membutuhkan perhatian lebih dari orang tua. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat anak mencari rasa nyaman kepada orang lain yang belum tentu memberikan lingkungan aman.

Trainer Parenting, Ustaz Nashihul Umam, menyampaikan hal itu saat kegiatan diskusi parenting di panggung utama Car Free Day (CFD) Banda Aceh, Minggu (23/8/2026).

RelatedPosts

Lima Titik Panas Terdeteksi di Aceh, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Mengintai Sejumlah Wilayah

Beredar Keppres Prabowo, M Nasir Disebut Diberhentikan dari Jabatan Sekda Aceh

Grand Design KIL Perkuat Hilirisasi Motif Aceh Menuju Kekayaan Intelektual Komunal

Menurut Nashihul, anak yang mengalami bullying dapat kehilangan rasa nyaman di lingkungan sekitarnya. Situasi tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan oleh orang yang ingin mendekati anak dengan memberikan perhatian dan empati secara berlebihan.

“Anak-anak yang sering mengalami pembulian tolong diperhatikan. Kenapa? Karena mereka kalau tidak diperhatikan, mereka hilang kenyamanan di mana-mana, maka para pelaku membaca itu,” ujar Nashihul.

Ia mengatakan orang tua perlu memastikan anak tetap memiliki tempat untuk bercerita ketika mengalami masalah, termasuk saat mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan.

“Jadi tolong perhatikan anak-anak yang mengalami pembulian, jangan biarkan mereka tanpa ada yang memberikan empati, tanpa ada yang peduli. Tolong selamatkan mereka,” katanya.

Selain bullying, Nashihul juga menyoroti pentingnya membangun keberanian anak untuk menyampaikan penolakan. Menurutnya, anak perlu dibiasakan mengungkapkan ketidaksetujuan ketika merasa tidak nyaman.

“Di usia 0 sampai 7 tahun, kalau anak itu dia berani menyampaikan pendapatnya, berani melawan, berani menyampaikan tidak, berani tidak mengikuti instruksi dari siapa pun, itu dia aman dari pelaku-pelaku LGBT,” ujarnya.

Ia mengingatkan orang tua agar tidak selalu menganggap anak yang membantah atau banyak menyampaikan pendapat sebagai anak nakal. Kemampuan anak menyampaikan “tidak”, menurutnya, merupakan bagian dari keberanian menjaga diri.

Nashihul juga mengajak orang tua mengajarkan batasan tubuh kepada anak sejak dini. Anak perlu memahami bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan.

“Physical boundaries ini oleh orang tua, tolong dididik anak-anaknya tentang physical boundaries,” katanya.

Ia menilai pendidikan mengenai batas tubuh perlu disampaikan dengan cara yang sesuai usia anak agar mereka mampu mengenali situasi yang membuat tidak nyaman dan berani meminta bantuan.

Tags: Ilmu ParentingKasus LGBT di AcehTolak LGBTUstaz Nashihul Umam
Previous Post

Kemenhub Terbitkan 35 Izin Pesawat Asing untuk Dukung Pemadaman Karhutla

Next Post

Beredar Keppres Prabowo, M Nasir Disebut Diberhentikan dari Jabatan Sekda Aceh

Related Posts

Kasus Kekerasan Seksual Anak di Aceh, CFD Banda Aceh Gelar Diskusi Parenting Besok

by Aininadhirah
22 Agustus 2026
0

MASAKINI.CO – Kasus dugaan kekerasan seksual terhadap pelajar di sejumlah wilayah Aceh menjadi perhatian dalam diskusi parenting yang akan digelar...

Next Post

Beredar Keppres Prabowo, M Nasir Disebut Diberhentikan dari Jabatan Sekda Aceh

Lima Titik Panas Terdeteksi di Aceh, Hujan Lebat Disertai Angin Kencang Mengintai Sejumlah Wilayah

Discussion about this post

CERITA

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

Dari Lhoknga, Anyaman Bambu Menganyam Jalan ke Pasar Dunia

19 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co