MASAKINI.CO – Anak yang sering mengalami perundungan dan merasa tidak mendapat perhatian dari lingkungan terdekat dinilai membutuhkan perhatian lebih dari orang tua. Kondisi tersebut dikhawatirkan membuat anak mencari rasa nyaman kepada orang lain yang belum tentu memberikan lingkungan aman.
Trainer Parenting, Ustaz Nashihul Umam, menyampaikan hal itu saat kegiatan diskusi parenting di panggung utama Car Free Day (CFD) Banda Aceh, Minggu (23/8/2026).
Menurut Nashihul, anak yang mengalami bullying dapat kehilangan rasa nyaman di lingkungan sekitarnya. Situasi tersebut, kata dia, bisa dimanfaatkan oleh orang yang ingin mendekati anak dengan memberikan perhatian dan empati secara berlebihan.
“Anak-anak yang sering mengalami pembulian tolong diperhatikan. Kenapa? Karena mereka kalau tidak diperhatikan, mereka hilang kenyamanan di mana-mana, maka para pelaku membaca itu,” ujar Nashihul.
Ia mengatakan orang tua perlu memastikan anak tetap memiliki tempat untuk bercerita ketika mengalami masalah, termasuk saat mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari lingkungan.
“Jadi tolong perhatikan anak-anak yang mengalami pembulian, jangan biarkan mereka tanpa ada yang memberikan empati, tanpa ada yang peduli. Tolong selamatkan mereka,” katanya.
Selain bullying, Nashihul juga menyoroti pentingnya membangun keberanian anak untuk menyampaikan penolakan. Menurutnya, anak perlu dibiasakan mengungkapkan ketidaksetujuan ketika merasa tidak nyaman.
“Di usia 0 sampai 7 tahun, kalau anak itu dia berani menyampaikan pendapatnya, berani melawan, berani menyampaikan tidak, berani tidak mengikuti instruksi dari siapa pun, itu dia aman dari pelaku-pelaku LGBT,” ujarnya.
Ia mengingatkan orang tua agar tidak selalu menganggap anak yang membantah atau banyak menyampaikan pendapat sebagai anak nakal. Kemampuan anak menyampaikan “tidak”, menurutnya, merupakan bagian dari keberanian menjaga diri.
Nashihul juga mengajak orang tua mengajarkan batasan tubuh kepada anak sejak dini. Anak perlu memahami bagian tubuh yang bersifat pribadi dan tidak boleh disentuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan.
“Physical boundaries ini oleh orang tua, tolong dididik anak-anaknya tentang physical boundaries,” katanya.
Ia menilai pendidikan mengenai batas tubuh perlu disampaikan dengan cara yang sesuai usia anak agar mereka mampu mengenali situasi yang membuat tidak nyaman dan berani meminta bantuan.








Discussion about this post