MASAKINI.CO – Sekitar 12.000 murid dan orang tua Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kota Banda Aceh memadati jalanan kota dalam Karnaval HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Sabtu (22/8/2026).
Mengenakan kostum profesi hingga pakaian adat, anak-anak diajak mengenal semangat kemerdekaan sekaligus keberagaman sejak usia dini.
Wali Kota Banda Aceh sekaligus Bunda PAUD Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Djamal, mengatakan karnaval tersebut menjadi salah satu cara menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada anak-anak melalui kegiatan yang dekat dengan dunia mereka.
“Karnaval ini adalah wujud cinta kita kepada tanah air. Kita ajarkan kepada anak-anak sejak dini tentang semangat kemerdekaan, kebersamaan, dan gotong royong,” ujar Illiza.
Menurutnya, keterlibatan orang tua juga penting dalam kegiatan tersebut. Karena itu, ia mengajak para orang tua untuk mendampingi anak-anak sekaligus memanfaatkan momentum karnaval sebagai ruang membangun kebersamaan.
Karnaval yang digagas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Banda Aceh bersama Pokja Bunda PAUD Banda Aceh itu tidak hanya menjadi perayaan HUT Kemerdekaan. Beragam kostum yang dikenakan peserta juga dirancang menjadi sarana pembelajaran bagi anak.
Anak-anak tampil mengenakan pakaian yang menggambarkan berbagai profesi. Ada yang menjadi dokter, polisi, tentara dan sejumlah profesi lainnya. Sebagian peserta juga mengenakan pakaian adat yang memperlihatkan keberagaman budaya Indonesia.
Salah seorang wali murid, Lia, menilai konsep tersebut memberikan pengalaman yang berbeda bagi anak. Mereka dapat merasakan suasana perayaan kemerdekaan sekaligus memperoleh pengetahuan melalui kostum yang digunakan.
“Bukan hanya sebuah perayaan tapi juga sebagai pembelajaran juga,” kata Lia.
Ia mengatakan anak-anak terlihat antusias ketika mengenakan pakaian yang menggambarkan profesi tertentu. Menurutnya, kegiatan semacam itu membantu anak mengenal berbagai pekerjaan yang ada di lingkungan mereka dengan cara yang menyenangkan.
Sebanyak 12.000 murid dan orang tua PAUD dari sembilan kecamatan di Banda Aceh ikut dalam karnaval tersebut. Mereka bergerak dari halaman Balai Kota Banda Aceh menuju Simpang Jam, kemudian melintasi Museum Tsunami Aceh dan SMP Negeri 17 Banda Aceh sebelum berakhir di Blang Padang.
Kemeriahan semakin terasa dengan penampilan drum band dari SMP Negeri 1, SMP Negeri 3, SMP Negeri 6, SMP Negeri 10 dan SMP Negeri 17 Banda Aceh.









Discussion about this post