MASAKINI.CO – Pemerintah Aceh mulai mempersiapkan diri sebagai tuan rumah Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional ke-32 tahun 2028. Sejumlah kebutuhan awal mulai dipetakan, mulai dari dukungan anggaran, pembagian tanggung jawab pemerintah pusat dan daerah, hingga kesiapan fasilitas pendukung.
Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Aceh, Misran Fuadi, mengatakan penetapan Aceh sebagai tuan rumah MTQ Nasional 2028 telah resmi diterima melalui surat keputusan Menteri Agama.
“Kita sudah menerima surat putusan dari Menteri Agama, Aceh ditetapkan sebagai tuan rumah MTQ ke-32 nanti di 2028,” kata Misran, Selasa (1/9/2026).
Menurut Misran, penetapan tersebut menjadi dasar bagi Pemerintah Aceh untuk mulai menyusun langkah persiapan. DSI Aceh juga telah menyampaikan laporan kepada Gubernur Aceh dan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh agar dukungan anggaran dapat disiapkan sejak awal.
“Kita sudah melaporkan juga kepada pimpinan, gubernur, dan sekda agar ditunjang anggaran yang cukup dan memadai untuk persiapan MTQ pada 2028. Kita juga sudah meminta arahan langsung dari Menteri Agama di Jakarta apa saja yang harus kita persiapkan,” ujarnya.
Misran menjelaskan, penyelenggaraan MTQ Nasional bukan sepenuhnya menjadi beban pemerintah daerah. Sebagai agenda nasional, pelaksanaan MTQ juga melibatkan peran dan tanggung jawab pemerintah pusat.
“MTQ Nasional tidak semua ditangani oleh daerah, ada porsi tanggung jawab juga yang ditangani oleh nasional,” katanya.
Saat ini, DSI Aceh masih memfokuskan perhatian pada persiapan kafilah Aceh yang akan berlaga pada MTQ Nasional di Semarang. Setelah agenda tersebut selesai, pembahasan teknis sebagai tuan rumah 2028 akan dilakukan secara lebih intensif bersama pimpinan daerah.
“Kita sebagai tuan rumah akan memfinalkan kembali dan kita adakan rapat dengan pimpinan, pada rapat awal sebagai rapat sosialisasi pemberitahuan,” jelasnya.
Tahapan berikutnya, kata Misran, akan mencakup pembentukan kepanitiaan, penyusunan kebutuhan anggaran secara rinci, serta pemenuhan berbagai arahan teknis dari pemerintah pusat.
Selain itu, sejumlah persiapan awal terkait akomodasi juga mulai dilakukan. DSI Aceh telah melakukan pendataan sejumlah hotel untuk kebutuhan penempatan kafilah dan dewan hakim selama pelaksanaan MTQ Nasional.
“Detailnya belum, kita fokuskan pada MTQ di Semarang dulu, baru setelah itu kita rapatkan lagi hal-hal yang dibutuhkan seperti kepanitiaannya, perhitungan detail anggarannya, dan banyak arahan kita terima dari SC-nya nanti. Tempat sudah kita presentasikan dan hotel-hotel juga sudah kita data penempatan kafilah dan dewan hakim,” ungkap Misran.









Discussion about this post