MASAKINI.CO – PT Pertamina Patra Niaga mengerahkan sebanyak 350 kapal tanker untuk memastikan kelancaran pasokan dan distribusi energi nasional di berbagai wilayah Indonesia.
Direktur Armada Logistik Pertamina Patra Niaga, Arif Yunianto, mengatakan ratusan kapal tersebut digunakan untuk mengangkut berbagai kebutuhan energi, mulai dari minyak mentah, produk olahan minyak, hingga Liquefied Petroleum Gas (LPG).
“Tak kurang dan tak lebih sebanyak 350 armada tanker baik minyak mentah, produk maupun LPG carrier kami operasikan,” kata Arif, mengutip infopublik.id, Jumat (11/9/2026).
Dari jumlah tersebut, sebanyak 72 kapal tanker merupakan milik Pertamina atau sekitar 20,6 persen. Sementara itu, sebanyak 278 kapal lainnya atau 79,4 persen merupakan kapal tanker yang diperoleh melalui skema carter.
Arif menyebutkan, armada tersebut menjalankan sekitar 11.508 perjalanan kapal per tahun dengan total kargo yang diangkut mencapai sekitar 152,87 juta kiloliter per tahun. Distribusi tersebut dilakukan untuk menjaga pasokan energi di sekitar 150 titik jaringan di Indonesia.
Jaringan tersebut mencakup terminal minyak mentah, kilang Pertamina, hingga lebih dari 100 unit Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) yang tersebar di berbagai daerah.
Menurut Arif, pengelolaan logistik energi menjadi tantangan tersendiri mengingat kondisi geografis Indonesia sebagai negara kepulauan. Karena itu, koordinasi menjadi faktor penting dalam setiap perjalanan kapal, mulai dari kesiapan muatan, terminal tujuan, jadwal pengiriman, hingga penerapan standar keselamatan.
“Logistik minyak dan gas memiliki peran vital untuk menjamin pasokan energi di tengah kondisi geografis Indonesia sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia,” ujarnya.
Ia menegaskan, keberadaan armada logistik tersebut bukan hanya bertujuan mengoperasikan kapal tanker, tetapi juga memastikan ketersediaan energi, keberlanjutan layanan masyarakat, serta menjaga mutu produk yang didistribusikan.
“Tujuan dari armada logistik bukan hanya menggerakkan kapal tanker, namun juga menjaga ketersediaan dan keberlanjutan layanan masyarakat termasuk mutu produk sehingga mendukung ketahanan energi nasional,” kata Arif.
Saat ini, Indonesia memiliki delapan kilang minyak, salah satunya Kilang Unit IV Cilacap, Jawa Tengah, yang menjadi salah satu kilang terbesar dengan kapasitas produksi mencapai 348 ribu barel per hari atau sekitar 31 persen dari total kapasitas nasional.










Discussion about this post