MASAKINI.CO – Debit sumber air baku di kawasan Mata Ie yang menjadi salah satu sumber pelayanan air bersih Perumdam Tirta Mountala Cabang Darul Imarah, Aceh Besar, terus menurun dalam beberapa tahun terakhir.
Kondisi ini beberapa kali terjadi sepanjang 2026, terutama saat musim kemarau, dan berdampak pada distribusi air bersih kepada sejumlah pelanggan.
Dewan Pengawas Perumdam Tirta Mountala Aceh Besar, T. Abulis Samarkhan, mengatakan sebagian sistem pengolahan air di wilayah tersebut masih mengandalkan sumber air tanah dan mata air dari kawasan pegunungan sekitar Mata Ie.
“Penurunan debit di Mata Ie memang terus terjadi dalam beberapa tahun terakhir. Tahun 2026 ini juga sudah beberapa kali terjadi, sehingga tentu berdampak terhadap pelayanan kepada pelanggan,” ujar Abulis, Sabtu (12/9/2026).
Ia mengatakan Perumdam Tirta Mountala meminta maaf kepada pelanggan yang terdampak gangguan pelayanan akibat berkurangnya debit sumber air baku tersebut.
Untuk penanganan jangka pendek, Perumdam Tirta Mountala menyiapkan distribusi air bersih menggunakan mobil tangki. Air akan disalurkan terutama ke sejumlah titik vital maupun berdasarkan permintaan resmi pelanggan.
Sementara untuk jangka panjang, Perumdam Tirta Mountala telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak, termasuk perwakilan DPR RI asal Aceh, BPBPK, Pemerintah Kabupaten Aceh Besar, serta Kementerian Pekerjaan Umum melalui Direktorat Jenderal Cipta Karya.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk mendorong pembangunan instalasi pengolahan air baru berkapasitas sekitar 100 liter per detik yang memanfaatkan sumber air baku dari kawasan Krueng Aceh.
“Kami berharap sumber air baku di Krueng Aceh yang relatif lebih stabil dapat menjadi salah satu solusi untuk memperkuat pelayanan air bersih di Aceh Besar,” katanya.
Direktur Utama Perumdam Tirta Mountala, Yusmadi, mengatakan pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Regional Leupung di Aceh Besar juga diharapkan terus diupayakan dan mendapat dukungan dari seluruh pihak.
Menurutnya, realisasi SPAM Regional Leupung menjadi salah satu langkah strategis untuk memperkuat ketersediaan air bersih dan mengurangi ketergantungan terhadap sumber air yang debitnya berpotensi menurun saat musim kemarau.
“Kami sangat berharap SPAM Regional Leupung dapat segera direalisasikan. Ini menjadi salah satu solusi strategis untuk mengatasi persoalan pelayanan air bersih, khususnya di wilayah Cabang Darul Imarah,” ujar Yusmadi.








Discussion about this post