MASAKINI.CO – Diabetes mulai ditemukan pada kelompok usia produktif hingga remaja di tengah perubahan pola hidup masyarakat. Kebiasaan mengonsumsi minuman tinggi gula, pola makan yang tidak seimbang, kurang aktivitas fisik, serta kebiasaan tidur larut malam menjadi hal yang perlu diperhatikan.
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, dr. Supriyadi, mengatakan diabetes tidak hanya perlu diwaspadai oleh orang dewasa, tetapi juga oleh kelompok usia muda.
“Dengan pola makan yang sekarang, diabetes juga sudah menyerang beberapa usia produktif, remaja,” kata Supriyadi, Sabtu (12/9/2026).
Menurutnya, salah satu kebiasaan yang perlu diperhatikan adalah konsumsi minuman manis secara berlebihan. Ia menyebut pihaknya mendapat informasi mengenai sejumlah anak sekolah yang terbiasa mengonsumsi soft drink setiap hari.
Konsumsi gula yang berlebihan, kata dia, dapat mengganggu keseimbangan metabolisme tubuh, terutama jika tidak diimbangi dengan aktivitas fisik yang cukup.
Selain pola makan, kebiasaan kurang berolahraga dan tidur larut malam juga menjadi perhatian. Supriyadi mengatakan pola hidup tersebut dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur kadar gula darah.
“Pola makan yang tidak seimbang, olahraga yang tidak teratur, kemudian tidur larut malam juga memengaruhi metabolisme tubuh,” ujarnya.
Ia mengatakan tanda awal diabetes terkadang tidak disadari oleh seseorang. Beberapa keluhan yang dapat muncul antara lain tubuh terasa kurang enak seperti hendak demam, serta rasa kebas pada ujung kaki.
“Kalau untuk diabetes biasanya badan kurang enak, seperti mau demam tetapi bukan demam. Ada juga kebas-kebas di ujung kaki,” jelasnya.
Karena gejalanya tidak selalu langsung dikenali, Supriyadi mengingatkan masyarakat untuk tidak hanya mengandalkan keluhan yang dirasakan. Pemeriksaan kesehatan menjadi penting untuk mengetahui kondisi kadar gula darah.
Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh juga melakukan edukasi dan screening melalui berbagai layanan kesehatan. Pemeriksaan dilakukan di puskesmas maupun melalui kegiatan pelayanan kesehatan di masyarakat.
Jika hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kecenderungan atau seseorang telah didiagnosis mengalami diabetes, pasien akan mendapatkan pendampingan dan konseling dari tenaga kesehatan serta anjuran pengobatan sesuai kondisinya.
Supriyadi mengingatkan masyarakat, terutama anak muda, agar mulai memperhatikan kebiasaan sehari-hari. Mengurangi konsumsi minuman tinggi gula, menjaga pola makan, rutin bergerak dan berolahraga, serta mencukupi waktu istirahat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan.
“Jadi, pola hidup sehat itu yang paling penting. Jangan menunggu sampai muncul masalah kesehatan baru mulai memperbaiki kebiasaan,” ujarnya.









Discussion about this post