MASAKINI.CO
No Result
View All Result
Sabtu, September 12, 2026
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
  • Beranda
  • News
  • Daerah
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video
No Result
View All Result
MASAKINI.CO
Home Nasional

Indonesia Jadi Satu dari Tujuh Negara yang Luncurkan Rencana Aksi Perikanan Skala Kecil

Ahlul Fikar by Ahlul Fikar
12 September 2026
in Nasional
0

Ilustrasi kapal-kapal nelayan skala kecil sedang bersandar d pelabuhan pesisir. | Foto: Dok. KKP

Share on FacebookShare on Twitter

MASAKINI.CO – Indonesia menjadi salah satu dari tujuh negara di dunia yang telah meluncurkan Rencana Aksi Nasional Pengelolaan Perikanan Skala Kecil (RAN-PPSK) setelah Pedoman Sukarela FAO untuk Perikanan Skala Kecil diadopsi pada 2014.

RAN-PPSK yang resmi diluncurkan pada 5 November 2025 tersebut dibawa Indonesia dalam pertemuan Committee on Fisheries (COFI) ke-37 di Roma, Italia, sebagai bagian dari komitmen memperkuat tata kelola perikanan skala kecil.

RelatedPosts

Fiona Sari Utami Raih Penghargaan PRIWOLA 2026 atas Kiprah di Bidang Komunikasi

Pertamina Patra Niaga Operasikan 350 Kapal Tanker untuk Jaga Pasokan Energi Nasional

IDRiM 2026: Dampak Bencana Tak Cukup Diukur Lewat Angka

Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Lotharia Latif, mengatakan RAN-PPSK diterapkan menggunakan pendekatan ekosistem atau Ecosystem Approach to Fisheries Management (EAFM). Pendekatan ini mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, ekonomi, serta kelembagaan nelayan kecil.

“Implementasi RAN-PPSK berfokus pada lima prioritas, yaitu tata kelola sumber daya dan akses nelayan, peningkatan input produksi dan keselamatan, penguatan data dan digitalisasi, pembangunan sosial dan akses pembiayaan, serta penguatan rantai nilai pascapanen,” kata Latif, mengutip infopublik.id, Sabtu (12/9/2026).

Menurut dia, penerapan RAN-PPSK juga dapat dievaluasi dan disempurnakan dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Langkah tersebut dilakukan agar kebijakan yang dijalankan tetap menyesuaikan kebutuhan dan kondisi nelayan skala kecil.

Program tersebut juga diterapkan dalam pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), yang menjadi salah satu program kerja prioritas nasional. KNMP diarahkan sebagai kawasan nelayan yang terintegrasi untuk memperkuat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat nelayan.

Ketua Umum Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI), Dani Setiawan, mengatakan RAN-PPSK perlu menjadi instrumen yang tegas untuk memenuhi hak-hak nelayan skala kecil.

Dani juga menyoroti kebijakan subsidi perikanan dalam pembahasan di tingkat World Trade Organization (WTO). Menurutnya, pembatasan subsidi yang dikaitkan dengan upaya mengatasi penangkapan ikan berlebih tidak boleh mengurangi ruang kebijakan pemerintah dalam memberikan dukungan kepada nelayan skala kecil.

“Kesepakatan WTO tidak boleh membatasi ruang kebijakan negara untuk terus mengalokasikan subsidi bagi nelayan skala kecil,” ujarnya.

Penguatan perlindungan nelayan skala kecil juga dilakukan melalui jejaring regional. Dani menginisiasi Southeast Asia Small-scale Fishers Network (SEAFNET), yang mempertemukan organisasi nelayan skala kecil dan para mitranya di Asia Tenggara untuk memperkuat advokasi serta pemenuhan hak nelayan.

Sebelumnya dalam sidang COFI ke-37, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan penguatan perikanan skala kecil penting bagi Indonesia. Sekitar 90 persen nelayan Indonesia merupakan nelayan tradisional, sementara sektor tersebut berkontribusi sekitar 90 persen terhadap produksi perikanan tangkap nasional.

Trenggono menyebut pembangunan KNMP menjadi salah satu bentuk keberpihakan pemerintah terhadap nelayan skala kecil melalui pengembangan kawasan nelayan secara terintegrasi.

Tags: COFI ke-37KKPKNMPnelayan skala kecilperikanan IndonesiaRAN-PPSKSEAFNET.
Previous Post

Pria 63 Tahun Ditemukan Meninggal di Kamar Mandi Masjid Al-Muttaqin Banda Aceh

Next Post

Diabetes Mulai Menyerang Usia Muda, Kebiasaan Minum Soft Drink Perlu Diwaspadai

Related Posts

Muara Dangkal Hambat Nelayan, KKP Turun Tangan Survei 13 Pelabuhan di Aceh

by Riska Zulfira
6 Mei 2026
0

MASAKINI.CO - Pendangkalan muara sungai dan pelabuhan perikanan di Aceh mulai berdampak serius terhadap aktivitas nelayan. Menindaklanjuti kondisi tersebut, Kementerian...

Curi Ikan di Selat Malaka, KKP Tangkap Kapal Malaysia

by Ali L
28 April 2024
0

MASAKINI.CO – Kapal ikan PKFB 1269 berbendera Malaysia kedapatan mencuri ikan menggunakan jaring trawl di Selat Malaka. Kementerian Kelautan dan...

Sukseskan Ekonomi Biru, BRI Jalin Kerja Sama dengan KKP

by Ahmad Mufti
8 Maret 2023
0

MASAKINI.CO - Dalam rangka memperkuat bisnis dan layanannya, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI memperluas kerja sama dengan...

Next Post

Diabetes Mulai Menyerang Usia Muda, Kebiasaan Minum Soft Drink Perlu Diwaspadai

Debit Mata Ie Menurun, Pelayanan Air Bersih Sejumlah Pelanggan Aceh Besar Terdampak

Discussion about this post

CERITA

Jumadin Bawa Kupiah Meukeutop Aceh Menatap Pasar Dunia

25 Agustus 2026

Dari Banda Aceh ke Pelosok Papua, Reza Mencari Potensi yang Tersembunyi di Teluk Wondama

12 Agustus 2026

Sepuluh Tahun Menjaga Tradisi Merah Putih, Kisah Safura Merawat Rezeki dari Lapak Bendera

4 Agustus 2026

Liberika Tangse, Kopi Langka Beraroma Nangka

20 Juli 2026

TERPOPULER

Plugin Install : Popular Post Widget need JNews - View Counter to be installed
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Privacy

Copyright © 2025 - masakini.co

No Result
View All Result
  • Daerah
  • News
  • Nasional
  • Internasional
  • Olahraga
  • Cerita
  • Foto
  • Video

Copyright © 2025 - masakini.co